Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Sutarno Danan

"Sing teken, kudu tekun, gondhelan teken, bakal tekan" (Barangsiapa telah sanggup, ia harus tekun, dan dengan bermodalkan keyakinan iman)
HomeFides quaerens Intellectum Jun 5, 2008
CURRICULUM VITAE

Contact Information
Name : YOHANES BAPTIS SUTARNO, S.Pd.
Address : 1. Danan, Sendang Agung Giriwoyo

: 2. Jl.Bank.No.50 Garut.
Telephone : (0262) 233139
Cell Phone : 085292560667
Email : baptistakatekis@yahoo.co.id tarno2006@telkom.net
Blog : http://yohanes24.multiply.com/
Facebook : http://yohanes sutarno.facebok.com/ http://twitter.com/#!/SutarnoBaptista

Personal Information
Date of Birth : September’ 28, 1984
Place of Birth : Jawa Tengah
Citizenship : Indonesia
Gender : Male
Marital Status : Singel

Employment History
Work History : TK Pujokusuman Christianity Teacher Jogja (2007-2008)
: Christianity Teacher SD-SMP YOS SUDARSO (2008-2011)
: Christianity Teacher SD Negeri - SMP Negeri -SMA Negeri Garut
: Katekis and Sekretariat Paroki Samarga
: Christianity Teacher SMP - SD Daya Susila Garut (2009-2011)

Education
Primary School : TK Kanisius Danan-Sendang Agung (1989-1991)
: SD Kanisius Danan-Sendang Agung (1991-1996)
Middle School : SMP Kristen Monginsidi Surakarta (1996-1998)
SMP Pangudi Luhur, Giriwoyo (1998-1999)
High School : SMA Santo Paulus, Surakarta (1999-2002)
University : Sanata Dharma University Majoring Catechetic (2003-2008)

Professional Qualifications
Certifications : Sanata Dharma Lecturer
Co-curricular Certificate
Computer Skills : Computer Certificate

Interests
Story Telling, Writing, Living Value

PENGALAMAN UNTUK MENEMUKAN KRISTUS DALAM KARYA PELAYANAN
Saya berkecimpung dalam karya pelayanan sejak tahun 2008 saya terlibat di Paroki SAMARGA Gereja Katolik Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda Garut, setelah selesai kuliah di FKIP-IPPAK-USD (FKIP-IPPAK-Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) Bidang yang saya geluti meliputi Karya Pewartaan Paroki, Katekese Katekumen Anak, Katekumen Remaja, Katekumen Dewasa, Persiapan baptisan bayi (rekoleksi orang tua dan wali baptis) Kegiatan belajar Mengajar pendidikan agama Katolik SD, SMP, SMAN/SMKN (SD Yos Sudarso kelas 1-6, SMP Yos Sudarso Kelas VII-IX, SMAN-SMKN Garut-Sumedang Kelas X, XI, XII, SD Daya Susila Garut kelas 1-2, 3-4, 5-6). Memberikan Renungan di PDPKK (persekutuan Doa pembaharuan Karismatik Katolik, Legio Mariae memberikan Alukusio, Kunjungan umat, membantu memberikan komuni bagi yang sakit) Mengelola Database Umat Katolik.

Motivasi awal saya adalah “Saya harus berubah” dasarnya adalah “hidup yang Tuhan berikan pada saya hanya sekali” saya tidak tahu kapan Tuhan datang “menjemput” (Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Matius 24: 44). Maka apa yang telah Tuhan berikan pada saya akan saya pergunakan untuk kemulyaan dan kebesaran namaNya!.
Bidang Katekese ini menjadi pilihan karena banyak bidang lain yang sudah dipilih banyak orang, bidang Katekese tidak banyak orang yang tertarik, belum banyak orang yang meminati (ada anggapan bidang Katekese adalah bidangnya untuk orang menengah kebawah saja, dan banyak orang mungkin “gengsi” masuk fakultas “Surga”) dari situ saya memilih karya katekese. Karya yang saya tahu pada waktu itu sebagai guru agama Katolik. Karya lain yang menjadi pilihan saya pada waktu itu saya ingin sekali menjadi perawat! Karena ingin menyelamatkan banyak orang, merawat, mengobati banyak orang ( cita-cita saya sebagai Mantri Desa keliling dari desa kedesa untuk menyembuhkan banyak orang yang sakit).
Kendalanya dalam karya pelayanan adalah kurangnya keterlibatan umat karena kesibukan usaha (pedagang, pegawai kantor, PNS dsb). Menurut saya masih banyak umat yang belum menyadari pentingnya hidup menggereja secara mendalam Sehingga keterlibatan itu dimaknai ke gereja Sabtu atau Minggu saja sudah cukup! Kendala yang kedua adalah banyak umat yang menjadi komentator dan penonton serta banyak yang menjadi pengawas dalam keterlibatan dinamika hidup menggereja dan belum sepenuhnya terlibat aktif. Banyak umat yang kritis dan mengkritik tetapi juga banyak yang memberi apresiasi positif, mendukung melalui semangat serta sharing iman dan harus setia mendengarkan lima sampai tujuh jam kadang-kadang untuk mendengkar sharing satu orang.
Bagi saya yang menguatkan sebagai Katekis dan sekretariat paroki adalah banyak orang-orang menderita baik jasmani dan rohani. Dan Kesetiaan kepada Kristus untuk selalu mengandalkan Dia dalam setiap karya pelayanan. Faktor yang menguatkan bagi saya secara manusia adalah teladan pastor Agus Nindia Nikolas, Pr dia adalah sosok teladan dalam memberikan sumber inspirasi (semangat RD. Agus Nindia Nikolas pantang menyerah, tidak mempersulit, penuh kegembiraan, humoris, dan memiliki semangat yang kuat, tidak mudah marah, mengampuni dan semangat untuk memberi perhatian dalam segala hal dari yang sederhana sampai pada hal yang besar) ini sangat membantu memurnikan semangat karya pelayanan.
Dampaknya adalah banyak orang mengalami kehadiran Kristus melalui kesaksian yang otentik dan holistic, ada semangat untuk semakin menghidupkan komunitas yang semakin guyub. Dampaknya semakin banyak orang yang mau terlibat walaupun dalam hal kecil sekalipun. Ada banyak perubahan meliputi keterbukaan pelayanan dengan berbagi macam kegiatan meliputi bimbingan karya “Gladi Muda”, Rekoleksi tingkat SD, SMP, dan pembinaan rohani semakin bertumbuh. Dan gerakan pelayanan paroki berbasis data (DBU data base umat) dan fakta data umat Katolik terbaru dengan komputerisasi/weblog sebagai penggerak.
Semangat pelayanan yang mengedepankan; transparansi, acountabilitas dan credibilitas dalam pelayanan meliputi laporan pertanggungjawaban dan proposal kegiatan paroki dibuat sesuai dengan format yang jelas, guna mengukur, mengevaluasi dan merefleksikan efektifitas karya pelayanan yang lebih baik. Semangat mendengarkan kritikan menjadi data akurat bahwa ada kemajuan untuk bertumbuh dan berkembang bersama.
Dalam membagi waktu saya serahkan semua pada kehendak Allah caranya adalah kesetiaan Saya untuk setiap pagi dari Senin sampai Kamis selalu merayakan Ekaristi pagi. Dan hari Jumat dan Sabtu mengikuti Misa sore. Dari situ saya selalu mohon petunjuk pada Allah untuk memampukan saya untuk membagi waktu antara aktivitas di sekolah, kegiatan gereja dan waktu untuk pribadi. Memang tidak mudah untuk membaginya butuh proses yang selalu terbuka pada perbaikan tetapi kokoh dalam prinsip untuk melakukan dengan sebaik-baiknya kalaupun berbenturan dengan jadwal lain atau kadang ada agenda yang terlewat. Bagi saya berusaha selalu untuk berani mengandalkan Allah, memperbaiki diri setiap hari. Dari keberanianmembagi waktu serta berserah padaNya ternyata banyak mujizat yang teralami waktu itu selalu tepat dan Tuhan pimpin semua waktu itu bagi saya dengan baik. Kalau untuk keluarga saya setiap setahun sekali cuti dua minggu untuk bersama keluarga.
Sebuah refleksi sehubungan dengan karya pelayanan “Berangkat dari kerinduaan dan keprihatinan”
Bagi saya karya pelayanan yang telah saya alami tidak lepas dari sejarah panjang dalam hidup saya (kalau saya sharingkan mungkin tidak cukup dua sampai tiga jam) singkatnya demikian saya dilahirkan di keluarga buruh tani miskin di Paroki Santo Ignatius Danan (Gua Maria Ratu Kenyo) sejak kecil orang tua saya dididik dengan keras (dipukul, makian kasar, diusir ditendang dan diikat) karena saya menyadari waktu kecil saya sangat “nakal” nakalnya tidak mau bekerja. Kedua orang tua saya, membaptiskan saya sejak kecil ketika saya umur lima tahun.
Bagi kedua orang tua saya mengenalkan tentang Kristus waktu itu adalah melalui bekerja (menyangkul, mencari rumput, menanam jagung, padi, bercocok tanam dan memberi makan ternak) waktu kecil orang tua saya, mengajarkan kebaikan Yesus melalui semua pekerjaan yang diberikan pada saya. Sejak kelas 1 – 6 SD hidup saya tidak mengalami pengalaman aktif terlibat misdinar, lektor, pemazmur dan aktivitas gerejani lainya, hanya ada kerinduan dalam batin seandainya saya bisa seperti temanku itu?Melayani seputar altar dan Tuhan? Betapa senangnya hatiku’. Itu semua saya alami sampai saya kelas 6 SD. Sesudah tamat SD, saya disarankan kedua orang tua saya untuk ikut orang (Ngenger) di Solo untuk sekolah SMP pada waktu itu saya di daftarkan di SMP Kristen 4 Monginsidi Surakarta oleh kedua orang tua asuhku, keluarga Bapak RS.Sunarhupadi dan Ibu GM. Sri Suyati. Tawaran dari kedua orang saya itu tidak bisa saya tolak karena tidak ada pilihan lain demi masa depan lebih baik pikirku dalam hati. Dua tahun saya berjuang untuk bertahan untuk meniti masa depan dengan bersekolah. Hari-hariku aku lalui dengan; bangun pagi jam 04.00 dengan memulai berdoa, menyiram tanaman, memasak nasi, mengepel, memasak air, mandi dan sarapan pagi lalu masuk sekolah itu saya lalui selama dua tahun. Pada awalnya saya tinggal dengan orangtua asuhku sungguh sangat membahagiakan karna diantar oleh Bapak Ibu RS.Sunarhupadi dengan mobil sedan Toyota merah, (“saya merasakan senang karena tidak lagi kesawah”) waktu terus berjalan sikap saya yang nakal ternyata masih terbawa sehingga kadang kena teguran atau peringatan. Dua tahun sudah saya menyelesaikan sekolah SMP di Kristen 4 Monginsidi Surakarta tepatnya sampai kelas 3 ruangan D. Peristiwanya yang membuat saya untuk keluar dari rumah orang tua asuhku adalalah waktu itu saya diajak untuk lomba lari marathon oleh sekolah, di stadion Manahan Solo, pada hari Minggu bertepatan dengan misa wajib Mingguan tidak boleh tidak harus kegereja ikut perayaan Ekaristi. Karena harus bergulat dengan perasaan antara, kenakalan saya, peraturan yang tegas, disiplin dan tanpa ada kompromi, yang kadang tidak bisa saya terima. Selanjutnya saya meminta untuk pulang kembali keorang tua kandung saya di Danan.
Saya melanjutkan sekolah di SMP Pangudi Luhur Giriwoyo. Dengan berbekal apa adanya saya memulai hidup masa kecil saya. Untuk melanjutkan sekolah, saya bekerja sambil sekolah. Karena kondisi ekonomi yang pas-pasan maka saya bekerja berdagang di Gua Maria Ratu Kenyo. Saya berjualan lilin, rosario, buku rohani, benda-benda rohani. Berbagai macam warna dan peristiwa yang saya alami dari pahit sampai manis! Saya lulus SMP PL dan melanjutkan ke SMAdi Solo dengan dibantu orang tua asuh saya seorang pemuda dari Palur. Saya dibiayai sekolah SMA, setiap bulan saya diberi uang transportasi, uang SPP. Selama tiga tahun saya diberi kepercayaan penuh oleh orang tua asuhku. Saya setiap Minggu selalu pulang ke Danan selama tiga tahun berjualan sampai selesai SMA.
Perjalanan panjang di SMA akhirnya membuahkan kelulusan yang harus disertai lika-liku perjuangan yang tidak mudah.
Sesudah Lulus SMA saya melanjutkan kuliah, di Kampus IPPAK- FKIP-Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hanya bermodalkan satu ekor sapi betina yang saya dapatkan dari keuntungan berjualan di Ratu Kenyo. Awalnya untuk mendaftar ke kampus IPPAK butuh kesabaran, prihatin dan tekun karena banyak tolakan dari mana-mana. Sampai pada akhirnya kemampuan memilih Kuliah?Bekerja?Terlibat melayani di gereja? Menjadi penentu bagi panggilanku dalam pelayanan bagi hidupku.
Dari refleksi diatas, saya memaknainya sebagai sebuah proses. Berangkat dari hidup masa lalu yang saya gali kembali serta memaknainya, menjadikan titik tolak proses akil balig bagi hidup, karya pelayanan hidup saya. Awal semester I dan II saya harus berjuang hidup di asrama YRSPM Realino Yogyakarta Yayasan social bagi anak-anak miskin, lemah dan tersingkir. Saya hidup disitu selama kurang lebih dua tahun, untuk dibantu menginap serta belajar bekerja dan kuliah. Dalam pembiayaan kuliah saya harus mencari sendiri. Kuliah sambil bekerja yang saya lakukan. Dengan cara berusaha setiap Minggu, saya selalu berjualan rosaria dan benda-benda Rohani lainya di gereja-gereja di Jogjakarta. Singkat cerita awal semester III saya mulai bangkit semangat panggilan pelayanan sebagai penggerak ‘ketika saya diajak mendalami siapakah Yesus bagi hidupku? Waktu itu tema besar KWI membangun Habitus Baru bagi Kaum Muda pada zaman ini. Dari sinilah saya mulai mengalami perubahan paradigma. Konsep study oriented, saya rubah sampai pada konsep keterlibatan aktif dalam dinamika hidup menggereja. Pengalaman pertama saya aktif diawali dengan; anggota kepanitiaan Natal, ketua perlengkapan Paskah, penggerak Mudika Lingkungan dan akhirnya sampai menjadi Ketua Kaum Muda Teritorial Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru selama dua periode dan sampai membentuk komunitas PELITA lintas Iman (muda-mudi penggerak dialog lintas iman), membentuk Paguyuban pedagang Kota Baru, Teater Godjeg Lesug, Ketoprak Humor berperan sebagai Joko Wasis dan yang terakhir yang masih terkesan ketika Live In Siosial+ di Cengkareng Barat bersama Romo Sandiawan, SJ, mendampingi korban penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah! Selama seminggu saya mengamen, memulung, hidup dilapak dan ikut dikejar-kejar satpol PP.
Refleksi Kritis
Dari sharing ini yang ingin saya sharingkan sehubungan dengan karya pelayanan yang saya alami dan gulati sekarang ini. Berani memaknai peristiwa perjalanan hidup!Ke Berani menjadi saksi Kristus yang sejati. Artinya jangan pernah takut untuk mewartakan kebaikan Kristus dalam setiap saat setiap waktu melalui jalan kejujuran, ketulusan, keiklasan, ketekunan dan kesetiaan kepada Kristus menjadikan karya pelayanan itu menjadi indah dan penuh makna bagi setiap sisi panggilan hidup saya. Yesus Kristus bersabda “Mintalah maka akan diberi ketoklah maka pintu akan dibukakan”menjadi sumber inspirasi bagi hidup saya, untuk selalu berdoa dan bekerja. Sumber kekuatanya adalah mengalami Ekaristi setiap hari. Ekaristi menjadi kunci bagi pelayanan yang saya kerjakan untuk semakin menjadi pribadi yang setia. Dalam pelayanan membagi waktu sangat penting melalui doa serta melaksanakan karya pelayanan dengan sepenuh hati. Walaupun kadang banyak orang mencurigai yang negative, berapriori, berprasangka, kasak-kusuk atau mengosipkan dan menyalahkan. Bagi saya hanya satu pegangan hidup saya yakni memilih Yesus Kristus. Tidak memilih yang lain, mengandalkan Dia menjadi modal utama untuk semakin setia dalam karya pelayanan. Hidup saya tidaklah sempurna, tetapi saya berusaha untuk menjadi saksi kebaikan Yesus yang nyata. Sejarah panjang perjalanan hidup saya meenjadikan buah-buah iman bagi pendewasaan hidup. Saya menyadari bahwa diri saya adalah manusia yang lemah kadang melakukan kesalahan; sombongan, bodoh, munafik, cepat marah, bobrok . Dari kesadaran bahwa saya manusia berdosa, saya berusaha berani mengambil celah yang postif. Bahwa dosa yang saya alami, bisa menjadi daya tawar bagi pertumbuhan iman saya, ketika saya mau bertobat. Bagi saya kelemahan yang saya alami tidak terus-menerus diratapi lalu disembunyikan tetapi dimaknai. Karena Yesus Kristus adalah maha pengampun yang selalu menawarkan pertobatan. Yesus Kristus menjadi jalan bagi saya untuk memperoleh pengampunan dan tidak mengulang kesalahan yang sama ketika jatuh dalam dosa. Ketika saya tidak berdaya. Saya selalu mohon petunjuk dari Dia, sehingga pelayanan yang saya alami sekarang bukan karena Saya!


Tetapi karena kebaikan Yesus Kristus melalui banyak orang yang berkehendak baik. Bagi keselamatan semua orang dan mengenal Kristus yang maha pengampun dan maha Kasih. Karena Dia sumber kebenaran sejati."Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6).Bagi saya terlibat dalam pelayanan hidup menggereja adalah ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan bagi hidup saya selama ini. Dan karena keyakinan akan Kristus inilah karya pelayanan yang saya alami sampai saat ini akan semakin mengakar, mekar dan berbuah dalam terang Kristus yang sejati. “ Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).






Blog EntryJun 1, '11 7:33 AM
for everyone
http://yohanes24.multiply.com/

Photo AlbumKARYA CIPTAAN TUHAN Nov 13, '09 10:15 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Jejak-jejak Natal dan Kemanusiaan Sejati
Merenungkan Natal membawa saya pada kisah seorang ibu yang kini menjanda. Sebut saja bu Lusia. Setelah berputri 4, ia bersepakat dengan suami demi masa depan anak-anaknya. Bu Lusia menjadi TKW. Perekonomian keluarga yang suram mendorongnya pergi ke negeri Malaysia. Bu Lusia hijrah ke negeri tetangga. Uang telah berhasil dikumpulkan. Setiap bulan dikirim beberapa juta rupiah kepada suaminya. Harapannya: anak-anaknya bisa sekolah, kebutuhan pokok terpenuhi. Tetapi diluar dugaan. Mungkin karena tidak mampu meredam kesendiriannya, sang suami berselingkuh. Uang kiriman istri disalahgunakan. Perpecahan melanda bahtera keluarga. “Saya sangat sakit mendengar perilaku suami saya,” kata bu Lusia menahan gejolak emosi. “Apa yang saya buat selama ini dihancur porak-porandakannya…” Bahkan kalau ada kesempatan ia akan membunuh suami dan selingkuhannya. Remuk redam. Luka itu begitu dalam dan parah. Perlahan berkat dukungan dan nasehat teman-temannya, ada yang berubah. “Rencanamu untuk menghabisi suami justru akan memperparah kondisi keluarga. Bagaimana masa depan anak-anakmu?” demikian nasehat temannya. Bu Lusia menyerap nasehat itu. Jangan sampai 4 putrinya menjadi korban. Mereka, anak-anaknya, berhak hidup bahagia. Maka sambil belajar mengampuni sang suami, si ibu memulai hidup baru demi kehidupan putri-putrinya. Biar mereka merasakan kebahagiaan, menjadi anak-anak yang normal, berkembang utuh dan merasakan cinta. Panggilan suci Kisah bu Lusia, saya rasa, mewakili jutaan perempuan yang harus memeras keringat demi kebahagiaan anak-anaknya. Memang penderitaannya tiada tertanggung lagi tetapi di atas perihnya hidup ada harapan anak-anaknya menjadi lebih baik. Jangan mereka menderita. Banyak perempuan menempatkan harapan tersebut sebagai proyek hidupnya. ini adalah alasan mengapa bertahan dan tetap hidup. Panggilan seorang ibu untuk melahirkan kehidupan disusul dengan tanggungjawab membangun kemanusiaan sejati. Mungkin ini resume dari pengalaman–pengalaman para perempuan di muka bumi ini. Kelahiran kemanusiaan sejati Natal adalah kelahiran. Dari ibu Maria lahirlah seorang Yesus. Pribadi Yesus menjadi prototype kemanusiaan sejati. Seperti kita ketahui Yesus adalah gambar sempurna dari Allah. Dalam Yesus kita melihat manusia yang sungguh manusiawi. “Kristuslah gambar Allah yang tak kelihatan” (Kol 1:15). Yesus bekerja memakai tangan manusiawi, berpikir memakai akal budi manusiawi, bertindak atas kehendak manusia, mencintai dengan hati manusiawi, sekaligus dari Kristus kita memperoleh pewahyuan tentang teka-teki penderitaan dan maut. Oleh karenanya semua orang Kristen mendambakan menjadi manusia sejati seperti Yesus. Maka terdapat korelasi indah antara perawan Maria, ibu semua bangsa, dengan peristiwa kelahiran. Dari Maria lahir Yesus sumber kemanusiaan sejati. Bukankah ini indah sekali? Dari rahim-rahim para perempuan dilahirkan kemanusiaan. Saya melihat justru natal akan menyinari pengalaman ibu Lusia dan jutaan perempuan yang senasib lainnya. Natal mengantar pada palungan hati manusia yang mendambakan untuk hidup damai, tenteram, berkembang utuh, bebas dan merdeka. Karena sifat dan keadaan inilah yang sebenarnya esensi dari setiap pribadi. Tetapi terkadang dikoyak oleh kekejaman dunia. Dari jutaan anak yang terlantar dan tertindas karena kesalahan orang dewasa, ternyata Natal mewahyukan pada kita untuk mengulurkan tangan agar mereka –anak-anak-pun dapat mengagumi ciptaan Tuhan, berseru memuliakan Tuhan dan turut dalam kebahagiaan. Menjadi manusia yang utuh

ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumBerguru pada Dia yang maha Besar.Oct 29, '09 6:27 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumIndahnya melayani dan menjadi saudaraOct 29, '09 5:49 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumActivities yang bermakna mendalam.Oct 29, '09 4:59 AM
for everyone

Photo AlbumRefleksi pastoral 2009Aug 29, '09 1:55 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumDanan Tempat Kelahiran Yohanes Baptis SutarnoJul 20, '09 8:04 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
LAPORAN PERKEMBANGAN PAROKI SAMARGA TAHUN 2009










GEREJA KATOLIK SANTA PERAWAN MARIA YANG TERKANDUNG TAK BERNODA
JL.BANK NO 50 GARUT (0262) 233139
2009

1. SEJARAH GEREJA GARUT
Kota Garut walaupun kecil, sudah memiliki gedung gereja yang cukup tua. Berdasarkan catatan yang ada, karya gereja St. Maria – Garut telah dimulai sejak tahun1914, ordo Jesuit dalam sejarah gereja adalah yang pertama berkarya di Garut bersama dengan pastor Projo. Menurut sesepuh pada zaman kolonial dulu, kota Garut merupakan tempat istirahat bagi orang-orang Belanda, karena kota Garut pada zaman itu keadaan alamnya indah dan nyaman, sejuk namun hangat dengan sumber air panasnya. Kala itu disekitar kota Garut terdapat banyak perkebunan teh, sehingga banyak orang Belanda yang tinggal di daerah perkebunan itu dan sebagian ada yang beragama Katolik. Untuk memenuhi keperluan tempat beribadah, dibangunlah gedung gereja kecil yang berkapasitas maksimal 200 orang, gedung gereja ini diberkati pada tanggal 22 Juni 1917.
Tahun 1927, mulailah pastor-pastor Ordo Salib Suci berkarya di daerah Parahyangan ini, termasuk kota Garut, maka sejak tanggal 9 Februari 1927 karya gereja diserahkan kepada ordo Salib Suci. Sebenarnya Suster Carolus Borromeus ( CB ) juga pernah berkarya di Garut. Mereka memiliki susteran, mengelola Taman Kanak-Kanak HIS. Masuknya tentara Jepang ke Indonesia terjadilah perang tahun 1942 mengakibatkan mereka meninggalkan kota Garut.
Pada periode tahun 1943 –1949 Paroki Santa Maria Garut mengalami masa sulit. Tidak ada imam dan tidak ada permandian. Hanya kadang-kadang saja Pastor H. Riechert, OSC yang tidak diinternir oleh Jepang dapat mengunjungi Garut. Kalau kebetulan ada Misa Kudus, umat yang hadir hanya sekitar 18 orang saja.
Tahun 1947 tentara Belanda menduduki kota Garut lagi, Pastor LK. Soemadiwirjo, OSC menetap tinggal di Garut, sehingga pelajaran agama, permandian dan Misa Kudus mulai dapat dilaksanakan lagi kendati masih belum menentu.
Periode tahun 1950 –1964, setelah masa tidak menentu berlalu mulailah Gereja berkembang lebih baik. Belanda mulai meninggalkan Garut. Pelajaran agama dan permandian dari orang-orang Garut semakin bertambah. Untuk memberikan pelayanan bidang pendidikan didirikan SMA Katolik Santa Maria pada tahun 1953, kemudian pada tahun 1955 SMP Katolik diresmikan, menyusul kemudian TK – SD Katolik mulai menerima murid pada tahun 1962 dengan menggunakan ruang belajar Pastoran akhirnya Pastor H. Van Iperen OSC membangun Gedung Sekolah TK – SD di Jln. Telaga Bodas ( sekarang Jln. Jend. A.Yani 17 ). Dengan beroperasinya sekolah-sekolah tersebut, calon-calon permandian makin bertambah. Peran Bapak RF. Slamet Dirdjosoebroto sangat besar dalam merintis berdirinya sekolah-sekolah tersebut. Pada periode ini tiga orang pastor yang namanya sangat dikenal di Garut sampai saat in ialah J. Scharff, OSC, P. Bossman, OSC dan Van Iperen, OSC.
Periode tahun 1965 – 1984, pada tahun 1965 tercatat 382 orang yang menerima sakramen permandian. Sungguh suatu panenan yang melimpah. Pastor A. Gani, Pr. Yang saat itu bertugas di Garut sangat sibuk. Ini disebabkan karena saudara-saudara kita dari Tatar Sunda Asli (ADS) pada tahun tersebut berbondong-bondong mengikuti pelajaran agama kemudian menerima sakramen permandian. Mereka sebagian besar tinggal di kampung Pasir menjadi stasi dari Paroki Garut yang dikunjungi setiap hari Minggu sore untuk Misa Kudus. Sejak itu perkembangan umat Katolik semakin mantap.
Hambatan mulai terasa pada tahun 1974 bahwa tidak ada pastor yang menetap di paroki Garut. Sejak saat itu Paroki Garut dilayani oleh Pastor dari Bandung atau Tasikmalaya. Pada bulan September 1981 peristiwa yang memprihatinkan tiba-tiba terjadi, hampir semua umat Katolik Stasi Pasir menghadap pastor paroki menyatakan keluar dari Gereja Katolik dan menyerahkan surat permandian mereka. Ini mungkin terjadi akibat dari tekanan-tekanan yang mereka terima dari masyarakat sekitar dan situasi sosial politik yang tidak mendukung, termasuk pendirian tempat ibadah pun dirobohkan. Pastor C.Kluskens, OSC sebenarnya telah berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi umat Garut. Ia dikenal sebagai pastor yang dekat dengan umat.
Mulai pertengahan tahun 1982 kembali mendapat pastor yang menetap di Garut, kehidupan paroki mulai ditata, organisasi kegerejaan dihidupkan. Dewan Paroki mengatur, merencanakan segala sesuatu demi kemajuan paroki St. Maria Garut. Pada tahun 1982 ini paroki Garut yang sebelumnya dilayani oleh pastor-pastor dari Ordo Salib Suci diserahkan kepada pastor Projo.
Berkenaan dengan perkembangan jumlah umat dan kapasitas gedung gereja yang kurang memadai, maka pada tahun 1990 diadakan renovasi kecil dengan menambah kapasitas ruang gereja yaitu yang semula ruang sakristi pada sayap kanan dan ruang pertemuan di sayap kiri digunakan untuk ruang ibadah. Sakristi dipindahkan ke sebagian bekas ruang pertemuan. Bersamaan dengan itu dibangun aula gereja yang berada di belakang gedung gereja.
Pada tahun 2005 gedung gereja di Paroki Garut ini telah berusia 88 tahun dan selama itu pula belum pernah diadakan perombakan gedung yang berarti. Tembok gedung tampak condong dan miring ke arah luar. Melihat situasi ini dan untuk menjaga kelestarian dan kenyamanan beribadah maka mulai tanggal 2 Mei 2005 dilaksanakan renovasi dengan mengganti struktur bangunan menggunakan baja. Ditambah pula kapasitas ruangan dengan melebarkan ke arah sayap kanan dan kiri serta balkon. Diharapkan renovasi ini selesai dan dapat diresmikan pada Natal 2005.
Perlu diketahui bahwa pada tahun1992 telah dirintis sebuah stasi di Pameungpeuk – 90 km ke arah selatan kota Garut. Jumlah umatnya masih kecil yaitu 16 jiwa dan dilayani sebulan satu kali pada hari Jumat ketiga. Selain itu Paroki Garut juga diserahi untuk melayani umat Stasi Sumedang dengan jumlah umat 71 jiwa. Dikunjungi tiap hari Minggu sore untuk Misa Kudus dan Pembinaan Iman Anak dan pelajaran agama.
Menurut catatan statistik di Paroki, jumlah umat Paroki Garut sampai dengan 31 Desember 2008 terdiri dari :
Umat Paroki St. Maria : 852 Jiwa
Umat Stasi Sumedang : 55 Jiwa
Umat Stasi Pamengpeuk : 22 Jiwa
_______ +
± 929 jiwa
Menurut buku permandian di Paroki Garut, Pastor-pastor yang pernah berkarya di Garut adalah :
No Nama Tahun berkarya
1. A. Van Asseldonk, OSC Antara 1934 - 1942
2. J. Scharff, OSC
3. A. Kooyman, OSC
4. J. Goumans. OSC
5. Th. Scheerder, OSC
6. A. Van Dyk, OSC
7. J. Van de Pol, OSC
8. H. Reichert, OSC 1942 - 1946
9. L.K. Soemodiwiryo, OSC 1947
10. J.A. Van Duynhoven, OSC 1948
11. J. Scharff, OSC 1949
12. L.K. Soemadiwiryo, OSC 1951 - 1953
13. J. Bosman, OSC 1952 - 1957
14. H. Van Iperen 1958 - 1963
15. A. Gani. Pr. 1968 - 1969
16. H. Kortum, OSC 1966 - 1967
17. A. Gani, Pr. 1968 - 1969
18. W. Straathof, OSC 1970
19. J. Souw Hong Goan, OSC 1970 -1974
20. R. Mertens, OSC 1974
21. J. Sunyata, OSC 1974 -1976
22. Ign. Putranto, OSC 1976 -1978
23. M. Rooyakkers, OSC 1978 - 1979
24. C. Kluskens, OSC 1979 - 1982
25. Anton Limyarto, Pr. 1982 -1990
26. S. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr. 1990 - 1992
27. Y. Siswa Subrata, Pr. 1992 - 1993
28. Y. Handi Sadeli, Pr 1993 - 1996
29. P. Wirasmohadi Surjo, Pr. 1996 - 1998
30. Paulinus Wijaya, Pr 1998 - 2002
31. Petrus Agus Riantono, Pr. 2002 - 2008
32 Agus Nindia Nikolas, Pr 2009-SEKARANG

2. SEJARAH LENGKAP TERBENTUKNYA DEWAN PAROKI GEREJA SANTA MARIA TAK BERNODA.

I. Sebelum Tahun 1970-1970
Sampai tahun 1970, dewan paroki belum terbentuk di Garut. Namun demikian sudah ada 4 kring/lingkungan diawali dengan doa Rosario, sebagai awal terbentuknya keempat kring/lingkungan adalah:

1. Kring Ahmad Yani Barat Ketua: Bapak YDR. Suharlan. BA
2. Kring Ciwalen. Ketua: Bapak F.X. Suryaputra
3. Kring Siliwangi Ketua: Bapak Antonius Jawal
4. Kring Cilodug Ketua: F. S Sukarman BA.
Tugas para Kring: Memimpin doa Rosario seminggu sekali di Kringnya masing-masing.

II. Tahun 1970-1073
A. 1970 – Dewan paroki di bentuk oleh pastor Souw Hong Ouan OSC. Meskipun dalam bentuknya yang masih sangat sedarhana. Diketuai oleh pastor sendiri dan dibantu oleh 8 orang fungsionaris dari umat sebagai anggota.

Tugas para anggota tersebut adalah: bersifat insidentil saja pada waktu perayaan-perayaan Gereja.
Rapat/pertemuan: Diadakan sebulan sekali, dengan secara: mengevaluasi tugas yang telah dilaksanakan, dan merencanakan/membagi nanti.
Di antara tugas-tugas tersebut antara lain:
1. Persiapan putra Altar (Misdinar).
2. Persiapan Komuni pertama.
3. Membantu pastor dalam upacara perkawinan.
4. Kunjungan/beranjangsana kekeluargaan katolik.
5. Ibadat sabda.
6. Perawatan dan pemeliharaan Gereja.
7. Mendampingi Pastor ke stasi (pasir dan Tabrik).


B. 1971: Anggota pengurus Dewan Paroki bertambah jumlahnya menjadi 12 orang.
Pembagian/pelaksanaan tugas-tugas sama seperti pada tahun 1970.
C. 1972: Anggota pengurus dewan paroki meningkat lagi jumlahnya menjadi 18 orang. Pembagian
tugas dan lain-lainnya tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
D. 1973: pada tahun 1973 it timbullah gagasan untuk menghimbau kepada pastor paroki agar
membentuk suatu dewan paroki yang definitive mengingat:
1. Umat Katolik di Garut belum mempunyai seorang pastor paroki yang menetap di Garut (samapi saat
itu dan juga sekarang pastor didatangkan dari Tasikmalaya dan berada di garut selama 2 (dua) hari
dalam satu minggu).
2. Kebutuhan yang mendesak yang kadang-kadang perlu mendapat tanggapan segera pada saat-saat
pastor tidak ada di tempat.
3. Ada keinginan untuk lebih mendewasakan diri lagi, sesuai dengan buku “PEDOMAN KERASULAN AWAM” dan MAWI.

III. Tahun 1974-1975
Pada periode ini pastor Souw Hong Guan OSC mendapat tugas belajar keluarga negeri. Sebagai gantinya datanglah pastor Mertens OSC, yang tetap mengetuai dewan paroki dan tetap dibantu oleh ke-18 orang anggotanya. Pertemuan-pertemuan rutin Dewan Paroki yang diselenggarakan sebulan sekali, dipimpin secara bergiliran oleh anggotanya.

Tahun 1975-1976:
Pastor Martens OSC diganti oleh pastor Ig. Putranto OSC. Pertemuan-pertemuan dan pembagian tugas serta pelaksanaannya berjalan sama seperti tahun yang lalu.

IV. Tahun 1976-1978
Pada periode ini barulah diajukan suatu dewan formatir yang terdiri dari:
1. Ag. Suwito
2. M. Soetoko Adjie
3. AYD. Supharmas,
Untuk menemui pastor paroki ( Pastor Souw Hong Guan sudah kembali bertugas di Garut ) membawa rencana pembentukan suatu Dewan Paroki secara organisatoris dengan susunan pengurusnya sebagai berikut:
A. Dewan Harian:
1. Pastor dan penasehat rohani : Pastor Souw Hong Guan OSC.
2. Ketua : B. Buntaran Halim
3. Wakil ketua I : Yunus Satyaputra
4. Wakil ketua II : Antonius Jawal ( merangkap coordinator kring ).
5. Bendahara : Yanan Gunawan
6. Sekretaris : AYD.Hadori Supharmas
7. Anggota Dewan Harian : 1. Ag. Suwito
2. M. Soetoko Adjie
3. F.X. Suryaputra
B. Seksi-seksi:
1. Wanita : Ibu C.M. Soetoko Adjie
2. Liturgi : C. Sugirman Hs.
3. Sosial : 1. F.X. Suryaputra
2. Nelly Gomulya
3. Lauw Soen Nio
4. Merah
4. Perayaan : 1. M. Soetoko Adjie
2. Ag. Suwito
3. P. Santoso

5. Hubungan masyarakat : 1. M. Soetoko Adjie
2. Ag. Suwito
3. AYD. Hadori Supharmas

6. Pemuda : 1. Y. Sutrisno SP.
2. Ag. Wasono Widhi

7. Pendidikan : 1. Ag. Suwito
2. Antonius Jawal

8. Perawatan-perbaikan Gereja : 1. A. Sugito BEE.
2. Yunus Setyaputra

3. Amal penguburan Katholik : 1. Enceng Yusuf ( ketua )
2. Ant. Jawal ( wakil ketua )
3. AYD. Hadori Supharmas ( penulis )
4. F.X. Suryaputra ( Bendahara )
Catatan: Pada kepengurusan dewan paroki tahun 1976-1978 inilah untuk pertama kali seorang awam mengetuai dan memimpin dewan Paroki di Garut, yang bertanggungjawab secara organisatoris ke dalam dank e luar semua kegiatan-kegiatan Dewan Paroki.

Perincian pembagian /pelaksanaan tugas masing-masing fungsionaris:
1. Dewan Harian : Merupakan lembaga pembuat kebijaksanaan atau meamastikan sesuatu keputusan,
apabila ada hal yang karena urgensinya perlu mendapat tanggapan segera.
a. Pastor Paroki sebagai pelindung/penasehat rohani bertugas mengarahkan, membina serta member
persetujuannya terhadap sesuatu rencana/kegiatan yang akan diambil oleh Dewan Paroki.
b. Ketua dewan Paroki: bertugas mengkoordinir pelaksanaan kegiatan, bertanggungjawab terhadap
pelaksanaan/penyelesaian kegiatan itu, pembinaannya, mengawasi serta menerima laporan tentang
dari hasil-hasil pelaksanaan tugas. Dalam melaksanaankan tugasnya seorang ketua Dewan Paroki
oleh seorang wakil ketua.
c. Sekretaris: Mengelola segala surat menyurat yang berhubungan dengan kegiatan Dewan Paroki,
membuat notulen rapat, membuat surat undangan rapat serta mengarsipkan hal-hal yang sifatnya
dokumentasi Dewan paroki.
d. Bendahara: Mengelola pemasukan uang penggunaaan/pengeluaannya.
e. Anggota: Membantu mencari penyelesaian atau member bantuan pemikiran terhadap pemecahan
masalah-masalah yang diperoleh/diterima/didengar dan merupakan keinginan umat.
2. Anggota Pleno: Yang bersidang sebulan sekali (biasanya dilaksankan pada hari jumat ke tiga )
merupakan organ pelaksana policy pengurus dalam pertemuan bulanan tersebut, para anggota dapat
melaporkan hasil-hasil dari pelaksanaan suatu tugas, hambatan-hambatan yang dijumapai sertajalan
keluar yang dapat ditempuh dalam penyelesaian masalah/hambatan itu. Sarana apa yang dibutuhkan
serta tidak menutup kemunkinan untuk member dan menerima saran dan usul antar anggota.

a. Seksi Kematian (Amal Penguburan Katholik-APK) bertugas:
- Memberi bantuan kepada umat yang mendapat musibah/kesusahan akibat kematian. Bantuan dapat
diberikan dalam bentuk baik upacara pemakaman amaupun dalam bentuk keuangan sesuai dengan
kemampuannya.

b. Seksi Wanita (Wanita Katolik ) Bertugas :
- Mengkoordinir kegiatan-kegiatan wanita di dalam paroki sesuai dengan peraturan-peraturan yang
telah digariskan oleh organisasi wanitakatolik.
- Mengelola rumah tangga pastoran meliputi penyelenggaraan konsumsi pastor sehari-hari, inventaris
kebutuhan pastor serta kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dirasa perlu.
- Menghias gereja

c. Seksi Sosial Bertugas:
- Mengkoordinir/berusaha mendapatkan bantuan finansial yang dapat dimanfaatkan oleh/kepada umat yang membutuhkannya terutama kepada yang miskin pada hari-hari besar Gereja.
- Berpartisipasi dengan kegiatan pemda setempat dengan menjadi ibu angkat pada anak-anak di Karang Balita.

d. Seksi Pemuda Bertugas:
- Mengkoordinir kegiatan muda/mudi baik dalam bidang seni, budaya, olahraga, Legio Maria dan perpustakaan Gereja.
e. Seksi liturgi bertugas:
- Membantu pastor mempersipakan liturgi dalam upacara ekaristi kudus ataupun dalam upacara-
upacara lainnya.
- Mengkoordinir latihan-latihan rutin koor gereja.

f. Seksi Pendidikan Bertugas:
- Menyelenggarakan pendidikandi bidang-bidang:
a. Persiapan menjadi putra altar (misdinar)
b. Sekolah minggu untuk anak-anak SD sampai dan dengan kelas V (lima).
c. Persiapan komuni pertama
d. Persiapan upacara perkawinan (membantu pastor)
e. Persiapan dalam upacara permandian
f. Mengajar agama di sekolah non katolik bagi anak-anak katolik.
g. Memberi informasi/penjelasan-penjelasan kepada umat pada waktu ada pertemuan lingkungan.
h. Menyelenggarakan rekoleksi baik bagi muda/mudi, wanita katolik maupun untuk dewan paroki sendiri bekerjasama dengan pastor paroki.
i. Pertemuan guru-guru agama diadakan sebulan sekali pada hari jumat ke empat bersama pastor untuk
saling mengisi dan berkonsultasi hal-hal yang berhubungan dengan bidangnya.

g. Seksi Perayaan Bertugas:
Menangani upacara perayaan gereja sepanjang tahun, termasuk :
1. Hari-hari besar Negara
2. Hari ulang tahun pastor
3. Perpisahan dengan pastor ataupun dengan salah satu anggota pengurus dewan paroki, yang untuk
kepentigan dinas dimutasikan dari Garut.
h. Seksi pemeliharaan/perawatan/perbaikan gereja bertugas:
- Menjaga agar terpelihara dengan baik gedung dan perabot gereja serta halamannya.
- Mengusahakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan gereja karena perkembangan situasi dan
kondisi.

i. Seksi hubungan masyrakat bertugas:
- Ikut aktif dalam semua kegiatan-kegitan badan kerjasama gereja Kristen (BKGKG) garut sebagai wadah penyambung antara pemerintah daerah setempat dengan gereja.
- Selalu mengajak kerjasama dengan pemerintah, sipil dan militer di parokinya.
Disamping tanggungjawab terhadap tugasnya masing-masing, semua seksi anggota dewan paroki serta seluruh umat dijaga suatu keharmonisan pendapat, kerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
V. Tahun 1978-1980:
Pada kepengurusan dewan paroki tahun 1978-1980, susunan pengurusnya adalah sebagai berikut:
1. Penasehat rohani : Pastor C. Kluskans OSC
2. Ketua : B. Buntaran Halim
3. Wakil ketua : M. Soetoko Adjie
4. Sekretaris : AYD. Hadori Supharmas
5. Bendahara : 1. Yanan Gunawan
2. Yunus Satyaputra
6. Koordinator kring : Ag. Suwito
7. Ketua seksi liturgy : C. Sugirman Hs.
8. Ketua seksi perayaan : F.S. Sukarmana BA.
9. Ketua seksi social : Antonius Jawal (dibantu oleh:
1. Ibu C.M Soetoko Adjie
2. Ibu B. Buntaran Halim
3. Ibu Piet R. Suharsoyo
4. Ibu A. Jawal
10. Koordinator muda-mudi : Ag. Warsono Widhi
K. Yullianni
Catatan:
1. Rapat/pertemuan dewan paroki tidak lagi secara bergilir seperti pada periode sebelumnya. Waktu rapat/pertemuan tetap dilaksanakan pada minggu ketiga hari jumat bertempat di pastoran.
2. Pembagian/penyerahan tugas dan pelaksanaannya tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya
meskipun dalam periode ini lebih bervariasi.
3. Terjadinya pergantian/pergeseran tugas/kewajiban dalam kepengurusan dewan paroki hal ini
semata-mata disebabkan oleh mutasi atau alih tugas ke kota lain.
VI. TAHUN 1980-1982
Susunan pengurusnya adalah sebagai berikut:
A. Pengurus Harian :
1. Dewan penasehat : Pastor C. Kluskens OSC
Henk. Magundap, BA
2. Ketua : B. Buntaran Halim
3. Wakil ketua : M. Soetoko Adjie, BA
4. Sekretaris : F. Walter
5. Bendahara I : Yunus Gunawan
6. Bendahara II : Yunus Satyaputra
7. Anggota : Ag. Suwito, BA
Antonius Jawal
C. Sugiman Hs.
Ag. Wasono Widhi
B. Anggota Pleno
1. Ketua Koordinator kring : Ag. Suwito, BA
2. Ketua sie liturgy : C. Sugirman Hs
3. Ketua sie koor gereja : F. Walter
4. Ketua sie perayaan : Henk. Magundap, BA
R.Y. Suryanto
A. Sri Yuniani WN.
5. Ketua sie wanita : Ketua WKRI cabang Garut
R.Y. Suryanto
6. Ketua sie muda-mudi dan perpustakaan gereja : Ag. Warsono Widhi
K. Yullianni
7. Ketua sie sosial : Antonius Jawal
1. Ibu C.M Soetoko Adjie
2. Ibu B. Buntaran Halim
3. Ibu Piet R. Suharsoyo
4. Ibu A. Jawal
8. Ketua sie hubungan luar : Ag. Suwito, BA
- M. Soetoko Adjie, BA
- Yunus Satyaputra
9. Ketua sie perawatan/perbaiakan gereja : Yunus Satyaputra
Rapat-rapat rutin tetap dilaksanakan secara teratur pada jumat ke-3 setiap bulan. Pembagian serta pelaksanaan tugas-tugas juga sama seperti tahun sebelumnya.
- Kegiatan-kegiatan lain yang telah diselesaikan oleh dewan paroki kepengurusan 1980-1982 sampai
saat ini antara lain:
a. Ikut aktif membantu keluarga/ahli waris yang akan memindahkan kerangkan sanak keluarganya
yang telah dimakamkan di pemakaman Kristen Haurpanggung ke pemakaman baru di Ciparay,
sesuai dengan SK Pemerintah Daerah Tingkat II Garut bertanggal 15 Oktober 1980 no. 186 AK.
02.1 pm/SK 80
- Mengusahakan peti dan fasilitas-fasilitas lainnya
- Menghadiri, mengawas, mengantar kerangka-kerangka tersebut ke pemakaman yang baru di ciparay
(Garut)
b. Untuk persiapan mental dan spiritual menghadapi perayayaan hari raya paskah, telah diselenggarakan rekoleksi yang dipimpin oleh pastor Mertens OSC pada tanggal 29 Maret 1981 bertempat di pastoran.
c. Megundang panitia Komsos Keuskupan Bandung untuk memberikan informasi/penjelasan yang ada sangkut pautnya dengan penggunaan alat-alat komunikasi dalam melaksanakan tugas-tugas gerejani di dalam masyarakat pada tanggal 10 april 1981 dipimpin oleh Sdr. Johansyah.
d. Bukan hanya itu: Dewan parokipun mengundang pengurus yayasan kasimo yang waktu iu diwakili oelh Sdr. Mulyahadi dan sdr. Jisman Samosir, SH memberikan pula penjelasan tentang apa dan siapkah sebenarnya yayasan kasimo itu serta bagaimana gerak langkahnya, kemana tujuannya serta prinsip-prinsip dasar apa yang dianutnya. Pertemuan tersebut berlangsung pada tanggal 9 Mei 1981 bertempat di pastoran.

Demikianlah sekelumat usaha kami unuk menyusun sejarah berdirinya dewan paroki di garut ini. Sudah barang tentu erdapat hambatan-hambatan dan kesukaran-kesukaran, namun berkat bantuan dari semua pihak kesulitan-kesulitan itu dapat kami atasi. Oleh Karen aitu melalui kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas semua bantuan tersebut.


SEJARAH SERIKAT SOSIAL VINCENSIUS KONFERENSI SANTA MARIA GARUT
1. Sejarah berdirinya S.S.V di Garut (secara singkat)
Pada mulanya bapak Enceng Yusup, bpk. Engkim dan dibantu oleh ibu Tjan Siok Nio hanya ditunjuk oleh pastor paroki untuk membagikan bahan makanan seperti: tepung terigu, susu, bulgur, surgum dll kepada umat paroki garut yang dipandang tidak mampu/miskin. Baru antara tahun 1964/1965 menjelma menjadi S.S.V yang pada waktu itu diketuai oleh Bapak Enceng Yusuf (almarhum) dan bapak Buntaran Halim sebagai wakilnya. Sedang pastor A. Gani OSCsebagai pembimbing. Kemudian pada tahun (tiak jelas), jabatan ketua S.S.V dari bapak enceng Yusup diserahkan kepada bapak BUntaran Halim. Sedang bapak Enceng Yusup sendiri mengundurkan diri dari S.S.V untuk menangani APK (Amal Penguburan Katolik) “santo Yusup di Garut. S.S.V konferensi Santa Maria di garut, baru disahkan oleh dewan umum di Paris pada tanggal 7 Juni 1971.
S.S.V di negeri kita tercinta Indonesia bertumbuh dengan pesat termasuk di keuskupan Bandung. Untuk mengkoordinir konferensi-konferensi keuskupan Bandung, Bapak Buntaran Halim terpilih menjadi ketua yang disebut ketua dewan daerah S.S.V, bandung merangkap ketua konferensi Santa AMria di Garut. Baru beberapa tahun kemudia, tepatnya pada bulan maret 1986 tugas harian ketua konferensi Santa Maria diserahkan kep[ada A. Djawal dan pada tanggal 29 Maret 1987, A Djawal ditetapkan sebagai ketua S.S.V Santa Maria secara aklamasi oleh rapat dan dilantik oleh ketua dewan daerah S.S.V Bandung pada tanggal 12 Juli 1987 dan dihadiri oleh ketua dewan nasional dan rombongan. Keanggotaan S.S.V di Garut mengalami pasang surut, pada saat ini jumlah anggota 9 orang.

2. Tujuan S.S.V
Pertama-tama S.S.V bertujuan mengembangkan suatu kehidupan cinta kasih yang dinyatakan melalui kerjasama secara persaudaraan dalam pekerjaan yang memberi kesaksian cinta kasih Kristus. S.S.V berusaha mencapai tujuan ini dengan menghubnungkan para angotanya secara pribadi dengan orang-orang miskin/kurang mampu. Banyak organisasi yang dengan berbagai usaha untuk meringankan penderitaan orang-orang miskin. S.S.V bertujuan demikian juga, tetapi S.S.V memandang hubungan para anggotanya yang langsung dan yang secara pribadi dengan orang-orang miskin/tidak mampu itu sebagai tugas yang khas. Hubungan pribadi ini bertujuan akan memberikan dorongan cinta kasih yang kuat pada sesame manusia dan memberikan hiburan yang sungguh berarti bagi orang miskin dan kurang mampu.
3. Anggota S.S.V Di Garut
1. Bapak Buntaran Halim Penasehat Sejak tahun 1998 Jln. Ciwalen 12.
2. A. Djawal Ketua Sejak 29-3-1987 Jln. Ciledug 166.
3. A. Mardjadi Sekretaris Sejak Agustus thn 1990 Jln. A. Yani 17
4. Lauw Sun Nio Bendahara Sejak thn 1979 Jln. Ciledug Blk 64
5. Tjandrajaja Anggota Jln. Ciwalen 25 A
6. A. Gunawan Anggota Jln. Pasundan 45
7. Ny. Nelly Gunawan Anggota Jln. Pasundan 45
8. Ny. Tjadradjaja Anggota Jln. Ciwalen 25 A
9. Ny. C. H. Djawal Anggota Jln. Ciledug 166



VIII. DATA PENGURUS KRING
NAMA KRING: ST. ELISABET
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : M. Lunandi Winarto
2. Wakil ketua Kring : Oscar Klaudius
3. Sekretaris Kring : Evie Fillianthi
4. Bendahara Kring : Martin Seahaan
5. Prodiakon Kring : 2 Orang
6. Katekis /Fasilitator : 2 Orang
7. Ketua Mudika : -
8. Jumlah Mudika : ± 7Orang
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 37 KK
11. Kontak Person : 0262-233502 (Oscar)

Ketua Lingkungan Baru : M. Lunandi Winarto (Jl. Gg. Rapih No. 229 Telpon 238729)
Wakil Ketua : Oscar Kladius Lie Soei Hok
Sekretaris : Maria Stetie Evi Filliyanthi ( 233939)
Bendahara : Valentinus Martin Seahan
Penasihat :
Liturgi : Maria Silvia Wanti Permana
Sie Sosial/APK : Cicilia Hani Hadi

B. Luas Kring : Ranggalawe
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 119.600
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
2. Pos Sosial
D. Pendapatan Kring : -
1. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur : -

NAMA KRING: IMMANUEL
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : Cecelia Selly Linawati
2. Wakil ketua Kring : Maria Wiguna
3. Sekretaris Kring : Dema
4. Bendahara Kring : Maria Wiguna
5. Prodiakon Kring : Wendy Tanzil, Yundi Praja, dan Alex
6. Katekis/Fasilitator : 2 Orang
7. Ketua Mudika : -
8. Jumlah Mudika : -
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 41 KK
11. Kontak Person : 0262 – 242500 (Selly Linawati)

Ketua Lingkungan Baru : Maria Wiguna (Jl. Gg. Rapih No. 229 Telpon 238729)
Sekretaris : Ida Muljadi Jl. Ciledug No. 44 ( 233810)


B. Luas Kring : Ciledug sampai Siliwangi
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 1.050.000
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
D. Pendapatan Kring :
1. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur :

NAMA KRING: ST. THERESIA (PASAR BARU)
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring Lama : Elisabeth FN Novi
2. Wakil ketua Kring : Yasinta Kurniati T
3. Sekretaris Kring : Lucia Lidyawaty
4. Bendahara Kring : Silvia Tien Winarti W
5. Prodiakon Kring : Andreas Takdir T dan Andre Agung
6. Katekis :
7. Ketua Mudika :
8. Jumlah Mudika :
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 35 KK / ± 90 orang
11. Kontak Person : 081573039836

Ketua Lingkungan Baru : Margaretha/ Rita (Jl. A.Yani 87. Telpon 233365)
Sekretaris : Henny Lenawati ( 233158)
Bendahara : Tien Winarti Wiharja (233138)
Penasihat : Novia (081573039836)

B. Luas Kring : Pasar baru
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 444.950
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
2. Pos Sosial :
D. Pendapatan Kring :
1. Pos Kring : Kolekte dan Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur :± 500.000


NAMA KRING: ST. PETRUS
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : Laurensia Lily Hartati
2. Wakil ketua Kring :
3. Sekretaris Kring : Meyliana Tan
4. Bendahara Kring : C. Su-Ching
5. Prodiakon Kring :
6. Katekis/Fasilitator : 1 Orang
7. Ketua Mudika :
8. Jumlah Mudika : 8 Orang
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 33 KK / ± 98 orang
11. Kontak Person :0262 – 240159


B. Luas Kring : Jln. A. Yani- Jln Cimanuk
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 638.800
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
2. Pos Sosial : Untuk mengunjungi orang sakit, melahirkan,
manula, dan membantu warga yang kurang
D. Pendapatan Kring :
1. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur :

Ketua Lingkungan Baru : Lili Hartaty
Sekretaris : Fen Ing (081320279593)
NAMA KRING: ST. PAULUS TAROGONG
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : Sudirman Iskandar
2. Wakil ketua Kring : Eleonora Awuy
3. Sekretaris Kring : Theresia
4. Bendahara Kring : Patricia Sri Anny Sulistyowati
5. Prodiakon Kring : Mardi, Agus Wasono Widi, Sudirman Iskandar,
dan Catur Nugroho
6. Katekis /Fasilitator : 2 Orang
7. Ketua Mudika :
8. Jumlah Mudika : ± 23 orang
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 40 KK / ± 137 orang
11. Kontak Person : 235 931
B. Luas Kring : Tarogong
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 550.000
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
2. Pos Sosial : Untuk dana melayat dan mengunjungi umat/warga
yang sakit
D. Pendapatan Kring :
1. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur :

NAMA KRING: ST. CECILIA
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : Thomas Atet Permana
2. Wakil ketua Kring :
3. Sekretaris Kring : Lilih Susilawati
4. Bendahara Kring : Natalia Cristine
5. Prodiakon Kring :
6. Katekis : Nelly Gunawan
7. Ketua Mudika : Pasundan
8. Jumlah Mudika : 7 orang
9. Donatur Kring : Semua Warga
10. Jumlah Umat : 32 KK
11. Kontak Person : 081-323-86-18-18
B. Luas Kring : Pasundan
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 500.000
3. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
4. Pos Sosial : Untuk dana melayat dan mengunjungi umat/warga
yang sakit
D. Pendapatan Kring :
1. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur :

Ketua Lingkungan Baru : Atet Permana (HP: 081-323-86-18-18)
Sekretaris : Lilih
Bendahara : Christine
Penasihat :

NAMA KRING: ST. VINCENTIUS
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : Ibu Lestari drh. Beniyanto (Stefanus)
2. Wakil ketua Kring : Agus Firman
3. Sekretaris Kring : Anny Seahan
4. Bendahara Kring : A Paw
5. Prodiakon Kring : 1 Orang
6. Katekis/Fasilitator : 2 Orang
7. Ketua Mudika :
8. Jumlah Mudika : ± 7 Orang
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 25 KK
11. Kontak Person : 241181
B. Luas Kring : Mandagiri
C. Kekayaan Uang Kring : Rp. 750.000
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
5. Pos Sosial : Untuk dana melayat dan mengunjungi umat/warga
yang sakit
D. Pendapatan Kring :
1. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
2. Pos Sosial Donatur :

Ketua Lingkungan Baru : Margaretha/ Rita (Jl. A.Yani 87. Telpon 233365)
Sekretaris : Henny Lenawati ( 233158)
Bendahara : Tien Winarti Wiharja (233138)
Penasihat : Novia (081573039836)


IX. PETA LINGKUNGAN
NAMA KRING: ST. YOHANES PEMBAPTIS
A. Personalia Tenaga Sukarela
1. Ketua kring : Andayani Halim
2. Wakil ketua Kring : Maria T
3. Sekretaris Kring : Ruth
4. Bendahara Kring : Yuni
5. Prodiakon Kring :
6. Katekis :
7. Ketua Mudika :
8. Jumlah Mudika : ± 10 Orang
9. Donatur Kring : Umat Kring
10. Jumlah Umat : 39 KK
11. Kontak Person :
B. Luas Kring : Ciwalen
C. Kekayaan Uang Kring : Rp.
1. Pos Kring : Untuk kepentingan Gereja mis. Beli Bunga untuk
Altar
2. Pos Sosial : Untuk dana melayat dan mengunjungi umat/warga
yang sakit
D. Pendapatan Kring :
3. Pos Kring : Dana Swadaya Umat Kring
4. Pos Sosial Donatur :

Ketua Lingkungan Baru : Margaretha/ Rita (Jl. A.Yani 87. Telpon 233365)
Sekretaris : Henny Lenawati ( 233158)
Bendahara : Tien Winarti Wiharja (233138)
Penasihat : Novia (081573039836)


• STATISTIK BAPTIS TAHUN 1999 SAMPAI 2009


• STATISTIK KATEKUMEN 1999 SAMPAI 2009 `

• STATISTIK PERNIKAHAN TAHUN 1999-2009







Dengan melihat letak geografis kota Garut, Garut bukan termasuk kota yang berada dalam lintas perdagangan. Sentra industri yang besar yang dapat menampung tenaga kerja baik dari dalam atau pun luar Garut tidak ada. Garut tidak termasuk target sasaran untuk pencarian pekerjaan. Sehingga arus masuk penduduk ke Garut tidak tinggi justru statis. Dalam kegiatan usahanya, tidak banyak mengalami perkembangan karena tempat usaha biasanya usaha yang turun temurun.
Melihat kondisi dan letak geografis kota Garut, akhirnya banyak orang termasuk umat Paroki Garut mencari dan mengembangkan usahanya ke luar kota Garut. Fasilitas pendidikan dan jumlah pilihan lembaga pendidikan merupakan salah satu penyebab banyak umat Garut melakukan migrasi ke kota-kota besar untuk melanjutkan pendidikannya.
Kondisi geografis dan fasilitas-fasilitas yang masih kurang, berdampak pada perkembangan kegiatan Paroki Garut. Kehidupan kegiatan dan perkembangan terlebih kaum muda mengalami keadaan yang statis, disebabkan jumlah usia potensial remaja/ mudika berada di luar Garut.

TATA RUANG PAROKI SAMARGA


STATISTIK PAROKI SANTA PERAWAN MARIA YANG TERKANDUNG TAK BERNODA GARUT
JL. BANK NO.50 (0262) 233139
Email: samarga_parokinet@yahoo.com/http://samarga09.multiply.com/

KEUSKUPAN : BANDUNG
NAMA PAROKI : SANTA PERAWAN MARIA YANG TERKANDUNG TAK BERNODA
JALAN : BANK. NO. 50
KOTA : GARUT
PROVINSI : JAWABARAT
KOTAK POS-TELPON: 44117- (0262) 233139
FAX : (0262) 233139
Email : samarga_parokinet@yahoo.com
Blog : http://samarga09.multiply.com/


Tahun Berdiri : Jumlah Lingkungan: Jumlah Stasi:


1. Perkembangan Jumlah Umat Katolik Selama Tahun 2008

a. Umat Katolik pada Tanggal 1 Januari 2008 931 Orang*


Pertambahan b. Orang yang dibaptis 28 Orang
c. Diterima resmi dari gereja Kristen Lain (tanpa lewat baptis)
d. Umat yang pindah ke dalam paroki
- dari paroki lain dalam keuskupan ini
- dari keuskupan lain -
-
-
-
-
Pengurangan e. Umat yang meninggal dunia 9 Orang
f. Umat yang pindah ke luar paroki
-ke paroki lain dalam keuskupan
-ke luar keuskupan 2 Orang
-
2Orang
g. Umat yang berpindah ke agama non Katolik -Orang
h. Jumlah umat Katolik pada tanggal 31 Desember 2008 852 Orang
284 Kepala Keluarga(*
Keterangan:
*Banyak umat Katolik Yang Jarang kegereja dan mendatakan KK ke ketua lingkungan dari tahun 2002-2008
* Data Informasi dari DPP I (* Data diperoleh Melalui Ketua Lingkungan Langsung

1.b. Berkait pertanyaan 2.. 1e berkait pertanyaan 13 …1g berkait pertanyaan 5.

1c Jumlah umat yang tinggal di daerah Kabupaten Kota Madya :


2. Jumlah orang yang dibaptis selama setahun 2008
Kelompok Umur Pria Wanita Jumlah
a. Kurang dari 1 tahun 7 Orang - 7 Orang
b. 1 Tahun s/d hampir 7 Tahun 4 Orang 3 Orang 7 Orang
c. 7 Tahun ke atas 8 Orang 6 Orang 14 Orang
Jumlah 19 Orang 9 Orang 28

3. Agama orang tua mereka yang dibaptis umur 7 tahun ke atas

Keduanya Katolik Salah Satu Katolik Kedua bukan Katolik Jumlah
4. Jumlah Katekumen umur 7 Tahun Ke atas yang sudah dan belum dibaptis tahun 2008
Kelompok Umur Dibaptis tahun 2008 Tidak/belum dibaptis Jumlah
Pria Wanita Jumlah Pria Wanita Jumlah
a. Dibawah 21 Tahun 15 5 20 4 3 5 5
b. 21 Tahun ke atas 4 4 8 14 11 25 25
Jumlah 28 Jumlah 30

5. Untuk mereka yang berpindah ke agama non Katolik, agama baru yang dianut
Agama Jumlah Agama Jumlah Agama Jumlah
Kristen Lain - Budha - - -
Islam - Hindu - - -
Jumlah Keseluruhan -

6. Jumlah penerima Komuni pertama selama Tahun 2008

Pria: Wanita: Jumlah:

7. Jumlah penerima Krisma Selama 2008

Pemberi Krisma Pria Wanita Jumlah
Oleh Uskup/Vikjen -
Oleh Pastor
Jumlah

8. Jumlah pasangan Perkawinan Gerejani tahun 2008
Agama Pasangan Jumlah Agama Pasangan Jumlah
a. Keduanya Katolik 3 b. Katolik dan Kristen lain
c. Katolik dan Katekumen d. Katolik non Kristen
Jumlah Keseluruhan


9. Untuk pasangan Katolik dengan Kristen lain, asal gereja mempelai Kristen lain
Aliran Jumlah Aliran Jumlah Aliran Jumlah
Lutheran Pentakosta
Calvinis Mennonit
Baptis Adventis
Metodis Kharismatik
Jumlah Keseluruhan


10. Untuk pasangan Katolik dengan non Kristen, Agama/kepercayaan mempelai non Kristen
Agama/kepercayaan Jumlah Agama /kepercayaan Jumlah
Islam - - -
Hindu - - -
Budha - - -
Jumlah Keseluruhan -

11. Jumlah pasangan yang mengalami pembaharuan perkawinan selama tahun 2008

Pelaksana Pembubaran Jumlah
Penguasa gereja -
Catatan Sipil saja -
Lainya (Taksiran untuk perceraian tak resmi) 1
Jumlah 1

12. Jumlah penerima Sakramen Perminyakan Suci tahun 2008

Pria: Wanita: Jumlah:





13. Jumlah umat yang meninggal dunia selama tahun 2008

Kelompok Umur Pria Wanita Jumlah
Anak-anak (7 tahun ke bawah)
Dewasa (di atas 7 Tahun) 5 2 7 Orang
Jumlah 7 Orang
*Hendra Gunawan Kristen ( Doa Arwah Dilayani secara Katolik)
*Jap Tjie Mow/Amauw Agama Budha (Doa Arwah Dilayani Secara Katolik) 2 Orang


14. Jumlah orang dari paroki ini yang mulai masuk ke seminari/novisiat pada tahun 2008

Seminari menengah seminari tinggi Novisiat Suster

15. Jumlah orang paroki ini (termasuk No.10 diatas) yang sedang belajar di seminari di th.2008

Seminari Menengah Seminari tinggi

16. Umat paroki ini dapat dilayani oleh tenaga purna waktu dan paruh waktu. Isilah table dibawah ini dengan jumlah tenaga purna waktu dan paruh waktu untuk setiap kelompok yang bekerja di bidang pastoral Paroki, termasuk karya pastoral di sekolah (lihat petunjuk).

a. Kelompok Kerohanian

Tenaga Kerohanian Nama Ordo/kongregasi Purna Waktu Paruh Waktu Jumlah
Imam Praja 1 Orang 1 Orang - 1 Orang
Imam Tarekat
Frater (Calon Imam) 1 Orang 1 Orang - 1 Orang
Diakon ditahbiskan
Bruder
Suster
Jumlah 2 2 2

b. Kelompok Awam
Tenaga Awam Purna waktu Paruh waktu Jumlah
Pria Wanita Pria Wanita
Katekis Lulusan FKIP-IPPAK-Universitas Sanata Dharma/STKAT 1 - - - 1
Katekis/guru agama berijasah selain diatas - - - - -
Katekis/guru agama tidak berijasah 3 2 5
Prodiakon/pelayan umat 17 - - - 17
Ketua umat/stasi/wilayah/lingkungan/kring 3 5 - - 8
Jumlah
*Stasi 2 Sumedang: Laki-laki Purna Waktu Stasi Pameungpeuk: -

17. Jumlah anggota dewan paroki pada tahun 2008
Statu Keanggotaan Pria Wanita Jumlah Keterangan
Dewan Inti 3 Orang 2 Orang 5 Orang 1 Romo Paroki
Dewan Pleno (Tak termasuk dewan inti) 16 Orang 16 Orang 32 Orang -
Jumlah 19 Orang 18 Orang 37 Orang -

18. Jumlah perkumpulan umat berbasis paroki beserta anggotanya:
Jenis Perkumpulan Bidang Kegiatan Jumlah Kelompok Jumlah Anggota
Klub Kitab Suci 1 1 ± 35 Peserta
Persekutuan Doa (PDPKK) 1 1 30 Peserta
OMK 1 1 60 Orang Muda
Putera-puteri Altar 1 3 60 Putera-puteri Altar
Koor 1 5 50 Peserta
BIAK 1 4 110 Anak BIAK
SSV 1 1 11 Anggota
19. Jumlah sarana Ibadat (penjelasan lihat pada panduan pengisian)

Bentuk Sarana Ibadat Jumlah Kapasitas Orang Keterangan
Gereja Induk 1 400-450 Orang -
Gereja Stasi Sumedang 1 139 Orang Masih sewa gedung
Gereja Stasi Pameungpeuk 1 24 Orang Rumah umat
Kapel 1 50 Orang -
Tempat Ibadat sementara 2 163 Orang Sumedang/Pameunpeuk



20. Jumlah asrama Katolik serta Jumlah penghuninya menurut agama

Jumlah Asrama Penghuni Pria Penghuni Wanita Jumlah Penghuni
Katolik Tidak Katolik Katolik Tidak Katolik Katolik Tidak Katolik
1 - 2 5 - 5 2

21. a. Jumlah lembaga sosial karitatif Katolik serta jumlah penghuninya menurut agama (Tidak Ada)
21. b Jumlah tenaga personalia/pengurus lembaga sosial karitatif katolik tersebut di atas (Tidak Ada)

22. Bila ada sebutkan lembaga-lembaga atau yayasan-yayasan Katolik di paroki ini yang bergerak di bidang sosial ekonomi beserta kegiatan dan jumlah anggotanya.

Nama Lembaga/Yayasan Bidang Kegiatan Jumlah Anggota
Yayasan Salib Suci Pendidikan
PG-TK
SD
SMP
120 Anak
110 Anak
94 ANAK


23. Apakah ada media berita/majalah/bulletin paroki?Ada/tidakada.Bila ada isilahyang sesuai
Berita Info Majalah/Bulletin
Nama Genta Sepekan Gema Paroki
Rata-rata halaman 1 24
Frekuensi terbit 1 Kali seminggu 1 Kali sebulan
Oplah tiap terbit 150 eksemplar 320 eksemplar



24. Adakah tempat wisata rohani Katolik/ziarah di paroki ini? Bila ada isilah (Tidak Ada)

Apakah masih ada hal-hal lain. Kejadian-kejadian penting di dalam kehidupan paroki selama tahun belakangan ini yang perlu dilaporkan kepada keuskupan?Bila ada uraikanlah!

Pada tanggal 15 Desember 2008, terjadi peristiwa serah terima/pergantian pastor kepala paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda Garut. Dari pastor Petrus Agus Riantono, Pr yang sudah berkarya dari tahun 2002-2008, diganti pastor Agus Nindia Nikolas, Pr dari paroki Tasikmalaya.

















I. TINGKAT PAROKI
A. SUMBER (INPUT) TH 2008- 2009
URAIAN KETERANGAN / EVALUASI
I. Personalia
a. Full Time
1 Pastor


1 Koster Paroki


1 Sekretaris paroki

3 Karyawan rumah pastoran, Karyawan kebun / taman, Ibu RT Gereja (2 orang di Pondok Tempayan)
b. Sukarela
12 DPP Inti


8 Kaling (St.Paulus: Sudirman, St.Petrus, lily Hartaty, St.Vincentius drH. Budi, St.Theresia: Ibu Novi/Takdir, St.Yohanes P: Ibu Halim, Immanuel: Ibu Sally, St.Elizabet: Pak Lunandi Cikajang, St. Caecilia: Pak Atet)
32 pengurus lingkungan

±50 Putra Altar



±7 Dirigen


±6 Organis

±60 OMK


1 Katekis


15 Asisten Imam / Prodiakon
(Takdir, Yundy P, Wendy T, Alex A. Aheng, Yank, Sugiharto, Agust W, Oscar, Sudirman, Catur, Dimitri, Mardi, Purwanto, Andre Agung)


±16 Lektor


14 Pendamping BIAK
(Isty, Hanny, Tarno, Theresia, Mimin, Cherie, Budi, Bastaman, Selly, Lilih, Wanty, Fen Ing, Yohanes, Ibu Catur)

± 812 Jumlah umat


2. Luas Tanah dan Gedung Paroki
a. Tanah milik paroki
1) Luas area ±50 – 90 km²
2) Luas tanah paroki ±1750 m²

3) Luas Bangunan Gereja ± 865 m²





4) Ada 2 Aula



5) 2 Pastoran (pastoran Atas dan
pastoran bawah) ± 116 m²



6) Memiliki 2 Stasi (Sumedang dan
Pameungpeuk).



b. 1 gedung gereja
(1) 1 Sakristi
(2) 2 Kamar Pengakuan
(3) 1 Balkon
(4) 1 Ruang Doa / Kapel dan Devosi kepada Maria

c. 1 Gua Maria

d. 8 Patung Yesus

e. Penataan tempat dan ruangan di Paroki ada 2 lantai
(1) Lantai I (Bawah)





(2) Lantai II (Atas)






2. Peralatan dan Fasilitas Paroki
2 Mobil (1 APK dan untuk Pastor)


2 Organ

1 Piano

2 Gitar (2 gitar biasa dan 2 gitar elektrik)
1 Ruang Sound Sistem : 1 Set sound system, 16 louspeker, dan 1 TOA dan 1 speker aktif cadangan.


1 AC
±12 Kipas angin besar
3 Komputer

2 Mesin stensil

1 Pesawat telephon (3 paralel)
2 TV Warna
1 VCD Home Teater
3 Tape Recorder dan radio
2 Wearles
1 OHP

1 Monstrans
± 9 Sibori
6 Piala
2 Stel Ampul
3 Tempat Cuci Tangan
3 Salib besar
± 2 Alba
15 Stola
15 Kasula
±31 Singel
14 Pasang Pakaian misdinar
1 set alat-alat misa
3 Buku Tata Perayaan Ekaristi (hari biasa, minggu biasa dan hari raya)
Kitab Suci cukup banyak
1 Buku tatacara Ibadat
1 Buku renungan
1 Buku Bacaan Harian
1 Buku Santo-Santa
±3 Buku Nyanyian prefasi
MB, Puji Syukur, KHK, Buku Biarlah Anak-Anak Datang Padaku, lembaran Teks Lagu.

4. Pendapatan Gereja
a. Kolekte
b.Stipendium
c.Iura Stolae
d.Hadiah-hadiah lain

5. Kekayaan Uang Paroki / Pastoran
a. Pos Untuk OMK
b. Pos Untuk Gereja / Pastoral
c. Pos Untuk Pastoran
d. Pos Untuk Sosial

S1, Pastor paroki, Kreatif dan humoris dari Projo Keuskupan Bandung, 37 th. Sebelumnya dari Paroki Tasikmalaya. (Pastor Agus Nindia Nikolas, Pr)

Aktif, Dedikasi tinggi, Humoris, Lulusan SMA (Pak Mathias Akhir Panggilan Awing, usia 38 thn, bekerja di Paroki SAMARGA sejak bulan November 1994)
Aktif di Gereja, dedikasi tinggi.
Pendidikan sarjana, pengalaman mengajar TK selama I tahun.

Pendidikan SMA, Rajin dan ulet, mudah diatur, kerja rapih. Dedikasi tinggi.(Kusnadi SMP Ciawi, Didik Lulusan SMA Kuningan , Atmaja lulusan SMP Majalengka)



Aktif, pendidikan rata-rata SMA dan Sarjana.
Aktif, rata-rata SMA dan Sarjana, Wiraswasta (Berdagang) dan PNS, tanggungjawab terhadap tugasnya.
Aktif, pendidikan rata-rata Sarjana dan SMA. Belum ada rapat Lingkungan yang terjadwal. Rata-rata SMA dan Sarjana, karyawan perusahaan, wiraswasta (Berdagang). Sebagai panutan umat. Aktif, pendidikan rata-rata SMA dan Sarjana, loyal terhadap tugas gereja yang dipercayakan.


Aktif, pendidikan rata-rata SMA dan Sarjana, antusias dalam pelayanan. Setiap jumat ke-3 pertemuan rutin dan koordinasi.
Aktif, siswa-siswi SMP, belum ada pembinaan, dibina oleh aktivis gereja dan guru SD Yos Sudarso. Setiap Jumat pukul 10.00 ada latihan, untuk pemula dan sore untuk petugas sabtu dan minggu.

Aktif, pendidikan rata-rata SMA dan Sarjana. Cukup terlatih mengiringi paduan suara.

Aktif, pendidikan rata-rata SMA dan Sarjana, bakat alami dan pernah mengikuti kursus atau pelatihan dirigen. Dan masih membutuhkan pelatihan.
aktif, rata-rata SMP, SMAN dan orang muda yang sudah bekerja, terlibat dalam kegiatan OMK paroki. Penyelenggara Antiokhia 2008

Aktif, pendidikan sarjana, alumni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.



Aktif, rata-rata SMA dan Sarjana, ada yang berusia muda dan tua, sangat aktif dalam pelayanan gereja. Ada jadwal rutin pengiriman komuni bagi yang sakit ada 11 Prodiakon aktif membagi komuni.




Aktif, pendidikan SMA dan Sarjana, rata-rata belum berpengalaman dan belum berani tampil. Dan masih membutuhkan pelatihan. Setiap Jumat ada latihan rutin.(Ibu Sally)

Aktif, pendidikan SMA dan Sarjana, cukup kreatif.
Belum pernah mendapat kaderisasi dan bimbingan mengenai BIAK.
Menurut hasil sensus tahun 2008


Belum mengadakan Sensus untuk Tahun 2009/Proses database Kartu Keluarga


Sebagian besar dalam daerah padat/rapat penduduk
Dikelilingi Jalan Bank, Komplek Polisi Militer, SMP Negeri 2 Garut, dan Rumah Penduduk. Ada akte tanah
Terletak di pusat kota Garut. Gereja Paroki SAMARGA menyatu dengan Sekolah SMP YOS SUDARSO (Yayasan Salib Suci).





Aula bawah terletak dibelakang gereja dan Aula atas terletak dilantai dua pastoran.Terdiri dari : 2 lantai, berfungsi dan tertata rapih.


Baik dan tertata rapih pastoran bawah meliputi: ruang Sekretariat, CU, Perpustakaan, Toko paroki, dan Ruang Tamu, 2 Kamar Karyawan, 1 kamar mandi, 1 Ruang Saund System, 1 gudang Kecil dan Pastoran Atas meliputi: Kamar Kerja, Kamar Tidur, Kamar mandi dan kamar doa khusus Romo Paroki Kedua Stasi letaknya Jauh semua. Terjadwal dengan baik Setiap Jumat Ketiga ada misa di Pameungpeuk (dirumah Bapak Pepen Kurang lebih 10 KK)
Stasi Sumedang baru memiliki gereja baru dari hibah umat tetapi belum terewat dengan baik, sampai sekarang masih menempati gedung gereja milik Bpk. Afan, kurang lebih ada 30 KK dan terdiri dari 5 Kring rata-rata terdiri dari 5 KK-

Dengan kapasitas ± 400 - 800 orang
Baik, digunakan setiap menjelang hari raya Natal & Paskah
Baik, Jarang digunakan
Baik, tertata rapih, sering dikunjungi umat dan romo.
Baik, umat cukup antusias berdoa di Gua Maria.
Baik, cukup banyak umat yang berdoa setelah misa atau ibadat.


Baik, cukup banyak umat yang berdoa setelah misa atau ibadat.

Baik dan tertata rapi Berfungsi sebagai gereja, Sangkristi, 1 WC disangkristi, 4 WC di belakang sangkristi, Ruang Credit Union, Ruang Sekretariat, Ruang perpustakaan, Toko Paroki, 2 Kamar istirahat Katekis dan Koster, Baik dan tertata rapi terdiri dari 2 kamar untuk pegawai paroki, ruang sound sistem, 1 WC, 3 gudang, aula bawah, dapur, toko paroki, Ruan OMK, perpustakaan paroki, garasi, Sakristi, Gua Maria Kecil, dan Sekolah SMP Yos Sudarso Garut.
Baik dan tertata rapih. Berfungsi, sebagai Kamar tidur Romo dan ruang kerja, Ruang Doa, dapur, ruang tamu, 3 WC, 2 kamar tidur untuk tamu, 3 ruang untuk BIAK (Pra TK, Kelas 1-2 ; 3-4 ; 5-6), Kapel I, gudang I, Aula besar I.

Dalam keadaan baik dan terawat. Digunakan untuk kebutuhan Paroki. Mobil APK digunakan untuk kebutuhan orang-orang yang sakit dan melayani baik orang yang meninggal.
Dalam keadaan baik: satu untuk misa Sabtu dan Minggu. Satu untuk hari raya Natal dan Paskah.
Masih dalam keadaan baik dan disimpan didalam gudang untuk latihan, dan jarang digunakan.
Tidak terawat dengan baik, kurang dimaksimalkan penggunaanya.
1 di dalam Gereja. Dan digudang saundsystem.


Baik, digunakan di gereja, kamar romo dan di aula paroki

Berfungsi semuanya : 1 di sekretariat ruang komputer Terbaru Pentium Dua (printernya Epson C90, Samsung, Epson C58 ) dan 1 di ruang CU.
Baik.

Ruang romo, Sekretariat dan ruang tamu.
Ke 1 TV Warna itu masih bagus dilantai atas dan 1 TV dilantai bawah rusak.
Masih baru.
Masih bisa digunakan.
Di ruang Sound Sistem.
Masih berfungsi dengan baik sebagai fasilitas penunjang kegiatan
Di brangkas
Di brangkas dan Di luar brangkas
Di brangkas
Di luar brangkas dan Di lemari pintu
Di luar brangkas
Untuk Jumat Agung
Di laci lemari panjang dan Di lemari panjang besar
Di lemari panjang.
Sesuai dengan warna liturgi
Sesuai dengan warna liturgi
Sesuai dengan warna liturgi
Untuk Misa Lingkungan.
Di sakristi
Di sakristi

Di sakristi
Di sakristi
Di sakristi
Di sakristi
Di sakristi
Di sakristi
Cukup banyak di Sakristi


1 kali misa dalam hari raya ±Rp 2.000.000 dan masa biasa ±Rp 400.000-600.000 (50% untuk Keuskupan)
Untuk Pastoran rata-rata perbulan 300-400 ribu
Untuk Gereja per bulan 200-300 ribu
Dalam uang dan materi tidak tetap
Cukup banyak untuk kegiatan OMK
Lebih dari cukup untuk kebutuhan Gereja
Lebih dari cukup untuk kebutuhan pastor
Digunakan untuk Bakti Sosial.





B. OUT PUT TH 2008/2009
URAIAN KETERANGAN / EVALUASI
1. Pelayanan Sakramen-sakramen
a. Sakramen Ekaristi
-Minggu


-Harian

-Lingkungan
b. Sakramen Tobat hari Sabtu, Minggu
c. Sakramen Babtis
- Katekumen orang Dewasa
- Katekumen Remaja
- Katekumen Anak-anak
- Mistagogi

d. Perkawinan
- Campur

- Seagama

b. Komuni Pertama

c. Pemberkatan- pemberkatan
- Rumah
- Jenazah
- Minyak Suci
2. Pelayanan Sosial
a. Pengobatan murah


b. Kredit Union
c. Pembagian sembako dan Baksos.


3. Pembinaan Iman
a. Ret-ret/rekoleksi



b. Kunjungan keluarga



c. Kelompok KS / Pendalaman Iman

d. Mengantar Komuni untuk orang sakit dan lansia.
4.Pengarahan/Bimbingan
a. Pertemuan BIAK



b. Pertemuan OMK (Orang Muda Katolik)





c. Pertemuan Lektor dan Pemazmur


d. Pertemuan Legio Maria


e. Putra Putri Altar


f. Dewan Paroki Inti


g. Dewan Pleno


h. Katekis


1 x misa ± 400 – 500 orang, Jam 07.30 pagi dan misa di Stasi Sumedang jam 04.00 sore dan di Stasi Pameungpeuk 1 bulan sekali setiap jumat ke 3 Pkl. 12.00 siang.
1x/hari ± 20-30 orang ( senin-kamis jam 06.00 pagi dan jumat-sabtu jam 05.00 sore)
Tergantung permintaan Lingkungan
1 – 3 orang (75 % orang dewasa, 25 % remaja)
Jarang sekali.
± 6 orang, Paskah & Natal
18 orang

11 orang
7 orang

Mau diadakan Mistagogi dari baptisan 2008-2009 untuk dewasa sekitar bulan Mei.

± 3 pasang/ tahun (baik dari paroki sendiri maupun dari luar paroki)
± 5 orang/tahun ( 100 % dalam paroki)

± 9 orang anak-anak
± 5 orang dewasa


± 3 kali pendatang / tamu hampir 75 % dari Lingkungan
± 11 kali umat di Lingkungan
2 Orang (Alm. Sony dan Ibu Yeny)
1 x dalam seminggu, dibuka setiap hari minggu pagi setelah misa ± Pkl. 08.30 sampai Pkl. 10.00, pasiennya adalah umat paroki SAMARGA.
Di kelola oleh team dari DPP SAMARGA.
Biasanya dilakukan pada saat menjelang Hari Raya : Natal, Paskah. Pada
RAT
± 1 x dalam setahun dan saat ini sudah lama tidak ada rekoleksi, baik untuk





BKSN, Advent, Prapaskah
BIAK, OMK, Misdinar, umat dewasa, dan keluarga. Kegiatan rekoleksi / ret-ret ini di koordinir oleh seksi Spiritualitas.

Diadakan oleh Pastor Paroki dan masing-masing pengurus dilingkungan, memberi kegembiraan bagi keluarga yang dikunjungi, banyak anggota yang terlibat berkunjung, perlu ditingkatkan.

± 1 x dalam seminggu, yang dikoordinir oleh bidang pewartaan, anggotanya cukup banyak dan kebanyakan orang tua. Kegiatan ini bertempat di Paroki.

± 1 x dalam seminggu, oleh prodiakon, Katekis, Frater



Setiap minggu mengadakan pendampingan iman anak. Jumlah ± 150 anak (Pra TK-TK=45; Kelas 1-2=38; Kelas 3-4=33; Kelas 5-6=34) . Rata-rata kehadiran 80 % ( 80 anak ). Jumlah pengajar 18 orang.
± 2 x dalam sebulan. Jumlah anggota ± 60 orang, terdiri dari anak SMP YOS (18), SMP DASUS (19), SMA (20), dan yang sudah kerja (3). OMK ini baru dirintis, diantaranya diadakan kegiatan Work Shop Kaum Muda 25 Maret 2007 yang hadir 40 dari 60 orang. Kegiatan OMK perlu diperhatikan, ditingkatkan, dimotivasi, supaya kuam muda tertarik mengikuti kegiatan OMK.
Diadakan latihan setiap seminggu sekali. Dengan kegiatan latihan membaca, menyanyikan mazmur dan evaluasi pelaksanaan tugas. Jumlah anggota sedikit ± 16 orang. Sedangkan untuk pertemuan 1x sebulan.
1 x seminggu setiap hari senin Pkl. 05.00 sore. Mengadakan rapat dan evaluasi tugas, doa dll. Jumlah anggota 28 dengan 3 calon. Rata-rata kehadiran 75%
1 x seminggu mengadakan latihan dan evaluasi tugas. Jumlah anggota 50 anak, yang aktif sekarang ± 30 anak. Rata-rata kehadiran ±90% .
1 x sebulan, setiap Jumat pertama. Rapat kegiatan dan evaluasi tugas yang terlaksana. Jumlah anggota 13 orang. Rata-rata kehadiran 80%
1 x sebulan, mengadakan pertemuan dengan Dewan Paroki inti, evaluasi setiap seksi dan sub seski. Jumlah anggota ±45 orang. Rata-rata kehadiran 75%.
1 x sebulan. Merencanakan pelaksanaan sakramen ( Inisiasi ) Jumlah anggota 24 orang (12 orang dewasa, 4 orang remaja, 8 orang anak-anak) di Paroki dan Stasi.Rata-rata kehadiran 90%. Merencanakan kegiatan Mistagogi dari baptisan 2004-2007 untuk dewasa sekitar bulan Mei. Selain itu juga mengolah data sensus yang baru sekitar bulan Mei-Juni apabila sudah terkumpul datanya dari tiap lingkungan dan Stasi.


Evaluasi dan Refleksi bersama Fasilitator Lingkungan

C. PROSES DAN EVALUASI.
1. Petugas dalam perayaan Ekaristi (tatib, lektor, koor, organis, prodiakon, putra-putri altar) diatur 1 bulan sekali dengan maksud supaya dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, kecuali latihan koor belum teratur dan kelompok koornya tidak banyak serta melatihnya juga tidak banyak ( dilatih 1-2 x sebelum bertugas sehingga kurang optimal)
2. Pelayanan misa di Paroki hari Minggu 1 x misa ± 400 – 500 orang, (50% dari jumlah umat)jam 07.30 pagi dan misa di Stasi Sumedang jam 04.00 sore dan di Stasi Pamengpeuk 1 bulan sekali setiap jumat ke 3 Pkl. 12.00 siang. Misa harian 1x/hari ± 10 orang ( senin-kamis jam 06.00 pagi dan jumat-sabtu jam 05.00 sore). Misa di lingkungan Tergantung permintaan Lingkungan. Apabila Pastor Paroki sibuk atau keluar kota biasanya hanya diadakan ibadat yang dipimpin oleh Prodiakon.
3. a. Persiapan baptis dewasa ditangani oleh seksi perwartaan. Babtisan dewasa dilaksanakan 2 x setahun dan biasanya pada Natal dan malam Paskah.
b. Persiapan baptis bayi disiapkan oleh seksi pewartaan selama ± 2 minggu sebelum pembabtisan. Pembabtisan bayi dilaksanakan tergantung dari permintaan umat.
4. Persiapan komuni pertama biasanya dilaksanakan melalui jalur sekolah. Siswa yang sekolah di sekolah Katolik persiapan dilaksanakan oleh guru agama katolik. Sedangkan anak yang di luar sekolah Katolik disiapkan oleh seksi pewartaan paroki. Pelaksanaan komuni pertama diadakan 1 x setahun dengan jumlah ± 12 orang.
5. Rapat Dewan Paroki Inti dilaksanakan sebulan sekali (setiap jumat pertama) dengan agenda tetap yaitu mengevaluasi program yang telah dilaksanakan dan merencanakan program yang akan dilaksanakan.
6. Pembinaan dan latihan putra-putri altar dilaksanakan setiap hari senin sore, untuk pembagian tugas dan evaluasi tugas yang sudah dilaksanakan sekali dalam sebulan.
7. Pertemuan seksi pewartaan diadakan sekali sebulan untuk mengevaluasi tugas yang dilaksanakan dan pembagian tugas dalam mempersiapakan katekumen serta melaksanakan mistagogi untuk para baptisan baru.
8. Kaderisasi bagi Asisten Imam, dewan paroki, kaling, dilaksanakan setelah terpilih menjadi anggota baru biasanya diberikan oleh tim dari keuskupan dan pastor paroki.
9. Pertemuan Dewan Pleno, insidental, untuk pertemuan dengan dewan inti, evaluasi setiap seksi dan sub seksi
10. Pertemuan Asisten Imam / prodiakon sebulan sekali untuk mengevaluasi kegiatan liturgi paroki.

II. TINGKAT STASI SUMEDANG
A. SUMBER (INPUT) TH 2008/2009
URAIAN KETERANGAN / EVALUASI
1. Personalia
Sukarela
1 Ketua Stasi

1 Sekretaris
1 Bendahara
5 Kaling :

Pendamping BIAK

Jumlah Umat Stasi Sumedang

2. Tanah dan gedung Gereja
a. Tanah dan gedung bekas bangunan Bank BHS terdiri dari 3 lantai, lantai1 untuk Katolik, lantai 2 disewakan untuk HKBP, lantai 3 disewakan untuk Bethel.
Kapasitas: kapasitas ± 60 orang, ada ruang sakristi, 1 WC, halaman gabung dengan Telkomsel.

3. Peralatan dan perkakas / fasilitas Stasi
1 set sound system
2 Loud speaker
3 Kipas angin
1 set peralatan misa
2 salib
1 Kitab Suci Bahasa Indonesia
50 Puji syukur
1 set patung Yesus dan Maria
5 set pakaian misa
1 buku tata perayaan ekaristi
1buku masa biasa
1 buku hari raya
6 buku TPE
70 buku ibadat arwah
80 Buku panduan Tri hari suci
1buku Mazmur

4. Pendapatan stasi
(a) pendapatan stasi kolekte perbulan Rp 300. 000,00
(b) Pendapatan lingkungan perbulan ± Rp 150.000,00

TNI AD, kurang aktif dalam urusan Gereja

Dealer,aktif dalam tugas
Dagang, aktif dalam urusan Gereja
Dagang, pegawai, Kurang aktif kegiatan gereja

3 Orang aktif umat lingkungan

59 KK kira-kira 162 Orang, aktif 70 %


Tanah dan bangunan dipinjamkan oleh seorang umat Katolik.






Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Satu di Altar dan satu dinding
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Belakang Altar
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi
Di Sakristi


Setor ke Paroki

Di Bendahara



B. OUTPUT TH 2008-2009
URAIAN KETERANGAN
1. Pelayanan Sakramen
- S. Ekaristi




- S. Tobat
- S. Baptis
- Komuni Pertama
- S. Perkawinan
- S.Pengurapan orang sakit
- Pemberkatan jenazah
- Komuni orang sakit
Romo Paroki




Romo Paroki
Romo Paroki
Romo Paroki
Romo Paroki
Romo Paroki

Romo Paroki
Prodiakon
Mendapat kesempatan misa Stasi setiap 1 minggu sekali dan pada event-event khusus : Natal, Paskah, Pemberkatan Rumah, dll.
Dilayani di Stasi
Dilayani di Stasi
Dilayani di Stasi
Dilayani di Paroki dan Stasi
Di rumah umat

Di rumah umat
Di rumah umat
2. Kegiatan Doa
- Ibadat Adven


- Doa rosario
- Prapaskah


- Jalan Salib
Umat Stasi


Umat Stasi
Umat Stasi


Umat Stasi

Persiapan menyambut kedatangan Yesus.

Devosi kepada Bunda Maria
Mengisi masa prapaskah di Stasi bersama umat yang lain.
Mengisi masa prapaskah di Stasi bersama umat yang lain.
3. Pembinaan Iman
- Pendalaman Iman
- Pendalaman Kitab Suci
Umat Stasi

Dalam rangka APP, Adven, BKSN, Supaya umat mampu mendalami Kitab Suci, tetapi kurang terealisasi
4. Kegiatan Sosial Sie.sosial Stasi Kunjungan orang sakit dan melayat

C. PROSES DAN EVALUASI
1. Petugas dalam perayan Ekaristi maupun Ibadat belum terkoordinir dengan baik masih sistem tunjuk siapa yang datang. Kadang kalau sebelumnya sudah diberi tugas, rasa tanggung jawabnya kurang (tidak hadir).
2. Perayaan Ekaristi 1 X seminggu kecuali Romo berhalangan diadakan Ibadat Sabda yang dibawakan oleh Katekis Paroki.
3. Pemimpin Ibadat di Stasi masih kurang dipersiapkan dan umat masih pastor sentris.
4. Para Ketua Lingkungan belum memahami dan menyadari sepenuhnya tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua Lingkungan. Demikian juga dengan seksi lain masih sangat membutuhkan pembinaan.
5. Kegiatan BIAK sudah dilaksanakan namun pendampingnya masih didatangkan dari Paroki yaitu dari Tim Sie BIAK. Pada umumnya Guru dan Ibu Rumah Tangga.
6. Setiap sebulan sekali diadakan kegiatan arisan dan Rosario oleh ibu-ibu WK
7. Persiapan katekumen diberikan oleh Katekis paroki setiap satu minggu sekali. Sedangkan persiapan perkawinan diadakan di paroki dan penerimaan Sakramen Krisma sekali setahun di Paroki.
8. Petugas Liturgi : Lektor, Mazmur masih sistem dadakan, sedangkan dirigen tidak ada, lagu diangkat dari bangku umat. Sedangkan untuk koor selama ini didatangkan dari Paroki, Stasi sendiri belum pernah ada kelompok koor.
9. Kegiatan Katekese Umat belum ada.
10. Mudika Stasi tidak ada, kecuali masa libur karena kebanyakan mereka sekolah di Bandung.
11. Stasi Sumedang sebenarnya lebih dekat ke Bandung tetapi masuk ke Paroki Garut, jadi relasi umat ke Paroki kurang. Umat pada umumnya adalah pendatang dan banyak yang kawin campur dan jarak mereka dengan Stasi maupun antar umat berjauhan.
12. Stasi Sumedang sangat bergantung pada Paroki, semangat kemandirian untuk membangun Stasi masih kurang.
13. Rasa persaudaran umat di Sumedang sangat tinggi demikian juga dalam semangat berbagi.
14. Rekoleksi merupakan suatu kerinduan umat dan biasanya dilaksanakan bersama umat di Paroki.
15. Kunjungan Romo ke rumah umat Stasi jarang, hanya kalau ada hal yang mendesak.
16. Rapat ketua Stasi dan lingkungan jarang, karena ketua Stasi sering tugas diluar kota dan menyerahkan tugas kepada prodiakon yang dituakan.






Photo AlbumSEnyuman kasih harapanJun 22, '09 2:58 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumTaman NusantaraJun 22, '09 2:42 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumIndahnya AlamNyaJun 19, '09 1:39 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumActivitiesJun 19, '09 1:30 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumAlam yang indahJun 19, '09 1:21 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumSurga DuniaJun 19, '09 1:11 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo Albumaku dan kau Jun 18, '09 1:50 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumAku hanya manusia!Jun 18, '09 1:32 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumHidup Hanya Untuk KehendaKNyaJun 15, '09 1:03 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumACIESJun 14, '09 5:09 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumIndah Dunia iniJun 14, '09 4:48 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

NoteKonteks- Refleksi- Aksi - Evaluasi
   
tuzzycee wrote on Aug 11, '11
yohanes24 wrote on Dec 3, '10
Makalah ini saya persembahkan kepada
Mama,Papa,Dennis,dan kedua Tante saya tercinta…
“Terima Kasih,ya buat cintanya!”
can do anything,but not everything…

Saat-saat sulit

Menggapai udara,
Kita meraih tapi tak dapat menyentuh
Semua yang kita inginkan pergi begitu saja
Seuma yang membuat kita mengaduh

Mengapa kita berkabung
Sementara lainnya tak berbilur
Dimana kita harus bernaung
Ketika air mengguyur

Hidup akan memberi mawar
Dengan kelopak berjatuhan
Meninggalkan kegembiraan dan kesedihan
Dari kenangan yang kita kumpulkan

Maka bila waktu adalah harta kita yang paling berharga
Dan inta adalah yang paling kita butuhkan
Berikanlah semua milikmu pada sesame
Tak ada yang lebih diimpikan

Irene Dunlap










“Tuhan Yesus,Terima Kasih untuk kesempatan ini sungguh mampu
membuka mata saya lebih lebar lagi. Tuhan, karena Kau kini saya mampu merasakan pelangi yang tak terlihat itu seindah yang mampu saya bayangkan. ”














Kata Pengantar
Apakah kalian berpikir harus menunggu hingga dewasa untuk dapat melakukan sesuatu yang berarti? Tidak. Kapanpun,dimanapun,dan kemanapun kamu mampu melakukan itu…Tapi,tahukah kalau sebenarnya kamu bisa melakukan itu?Dari sinilah saya mengetahui banyak hal mengetahui itu. Hal yang sebelumnya tak pernah saya temukan,ketika selama ini saya terus menutup mata dari ketidakinginanku untuk membagi pilu dengan seseorang…Di sini saya mampu membaginya.
Saya menyadari ada saat-saat dalam hidup yang tak dapat diubah,tak dapat diulang dan mau tak mau tetap harus dihadapi. Hidup memang tidak tidak sempurna tapi juga tak terlalu buruk. Mengalami perubahan adalah sesuatu yang sulit,namun kita tidak dapat menghindarinya. Karena kelak perubahan itu akan membuatmu lebih baik dan terus menjadi lebih baik.
Dibalik semua itu tanpa dukungan dari orang-orang berikut,saya tidak mungkin megikuti acara ini dengan tenang seperti sekarang ini. Mereka adalah orang-orang hebat yang terus tanpa lelah memberi kehangatan dan kebahagiaan cinta. Kata terima kasih takkan mampu membalas semuanya pengorbanan yang telah mereka berikan pada saya. Saya merasa malu karena tidak mampu berbuat apa-apa. Inilah mereka yang saya rasa tidak memiliki kata lelah dalam kamus mereka untuk menghadapi orang macam saya :
Mama. Orang yang sering aku bantah,sebut,yang sering memelukku sampai aku menangis,memelukku sampai aku tertidur,mengusap air mataku,yang selalu ada untuk melihat tingkah konyol yang sepatutnya tidak diperlhatkan kepada sosok seorang Mama yang saya hormati. Mama adalah kunci terbesarku untuk dapat ikut dalam acara ini. Tanpa persetujuan dari Mama,hilang sudah kesempatanku untuk dapat hadir di Gladi Muda.
Papa. Orang yang selalu aku rindukan,belaian tangannya yang selalu membuatku merasa lebih baik seburuk apapun perasaanku,orang yang banyak memberi pelajaran betapa hidup begitu mengerikan namun perlu diikuti dan dipecahkan misterinya dan orang yang membuatku semakin menyayangi keluarga.
Adik dan kakak sepupuku tersayang. Tanpa mereka berdua,mungkin aku tidak akan mampu bertahan seperti ini. Seberapa menyebalkan mereka,hanya mereka yang paling dekat denganku. Mereka adalah tempatku menumpahkan keluh kesah setelah Tuhan dan Mama Papa.
Kedua tante saya,teman-teman,entah teman sekelas,sekolah,bahkan di dunia maya sekalipun. Tanpa kalian kehidupanku akan semakin hampa.
Semoga makalah ini dapat membantu para pembaca menemukan sesuatu yang berarti dan berguna untujk kedepannya. Kritik dan saran akan saya terima lewat e-mail lindaholy@rocketmail.com . Terima Kasih.
November,2010


Linda Elvina Holy

Daftar Isi

Persembahan Makalah 1
Moto hidup dan kata bijak 2
Ucapan terima kasih 3
Kata Pengantar 4
Daftar Isi 5
Hari Pertama,5 Nov `10 6
• Session 1 6
• Session 2 7
• Session 3 8
Hari Kedua,6 Nov `10 9
• Session 4 9
• Session 5 10
• Session 6 12
Hari Ketiga,7 Nov `10 13
• NAPZA 13
• Session Romo Darman 14
Penutup 15
Refleksi kegiatan menyeluruh 16
Suka duka Gladi Muda 16
Kelebihan dan potensi yang muncul 16
Kekurangan Gladi Muda 16
Pengalaman yang berkesan/bermakna 16
Tuhan mengajarkan apa saja dalam Gladi Muda 16
Para saksi bisu Gladi Muda 17
Doa dan catatan Kitab Suci Inspiratif dari OASE Harian




Hari ke-satu,5 November 2010
Session 1
Pemateri : Edy Suryatno
Komunikasi adalah kegiatan dan proses penyampaian dan penerimaan pesan dari seorang kommunikator kepada komunikan.
Pesan dapat berupa :
• Informasi & laporan
• Gagasan (ide)
• Nasehat
• Perintah & ajakan
Komunikasi bukan sekedar untuki diketahui tetapi juga untuk dilaksanakan, oleh karena itu,penguasaan komunikasi berarti meiliki sifat positif dan trampil mempraktekkannya.
SEE,JUDGE,ACT
Pengantar :
• Hidup adalah sebuah rangkaian peristiwa yang dapat diolah lewat pendalaman pengalaman.
• Pendalaman pengalaman dengan melihat situasi hidup entah itu di rumah,lingkungan,sekolah,gereja atau tempat lainnya.
• Melihat pengalaman melalui refleksi,kita mundur sejenak dari semua aktivitas keseharian.
• Dengan refleksi dan merenunkannya kepada diri sendiri akan mengambangakan diri kita.
• Salah satu metode: Review of Life ( See,Judge,Act)
Darimana metode ini berasal?
o Ensiklik mater et magistra (Ibu dan Guru) n. 236 oleh Paus Yohanes XXIII.
o 15 Mei 196,memperingati 70 tahun Ensiklik ini.

Berbagi pengalaman :

Melihat tayangan berikut ini
Foto
Film
Situasi saat ini
Kegiatan : (membandingkan) tulisan dan tanda tangan dengan tangan kiri & kanan.
Mengenai pengalaman kemenangan. Seingat saya pengalaman kemenngan paling mengsankan itu saat ikut MOPD (Masa Orientasi Pengembangan Diri) kelompok saya dinobatkan sebagai kelompok/local terbaik. Padahal saya sudah tidak menaruh harapan sedikitpun mengenai siapa yang akan jadi local terbaik. Dan ternyata,kami mampu menjadi yang terbaik.
See (melihat):
Apa yang sebenarnya terjadi?
Siapa saja yang terlibat?
Apa saja yang harus dilakukan untuk orang lain?(konsekuen)
Mengapa hal ini terjadi? (penyebab)
Judge (menimbang) :
Apa yang kamu rasakan & pikirkan tentang hal yang terjadi?
Bagaiman menurut kamu seharunya terjadi? Bagaimana hal yang seharusnya ? (ideal)
Dalam terang iman serta inspirasi Kitab Suci,apakah yang dapat kamu katakan?

Act (bertindak) :
Dengan kenyataan yang ada,bagaimana membuat “jembatan” antara kenyataan dan ideal?
Apa yang sebenarnya yang ingin kamu ubah?(tujuan jangka panjang) Apa tindakkan yang akan kamu ambil sekarang?(tujuan jangka pendek)
Siapa yang bisa kamu ajak terlibat dalam tindakanmu?
“Ad Moiorem Dei Gloriam”
Demi Semakin Besarnya Kemuliaan Allah.
Refleksi pribadi :
Pada session ini saya melihat sebuah tayangan yang mengisahkan tentang perjalanan hidup kita yang dilambangkan sebagai sebuah salib. Beratnya salib itu ibaranya saja sebagai beban kita dalam hidup ini. Tuhan tidak memberikan sesuatu terjadi pada kita tanpa maksud. Tuhan memberi kita salib yang berat agar di masa yang akan datang,kita tidak akan merasa kesulitan seperti dulu. Lain ceritanya bila kita malah meminta untuk diringankan beban dan minta terlepas dari beban yang sudah ditetapkan,suatu saat,ketika dihadapkan masalah yang lebih berat,pasti akan merasa kesulitan. Tapi Tuhan memang baik,Ia memiliki hati yang sangat besar,Ia tidak segan-segan akan datang menolong kita dan memberi kita kesempatan untuk kembali kepadaNya…

Session 2
Pemateri : Cyprianus Lilik Krismantoro Putro
Hanya melihat namun tidak bertindak,seperti itulah yang kebanyakkan manusia lakukan. Sangat menyedihkan tapi memang itulah yang terjadi.
Kegiatan : Melihat video Why I`m Chatolic
Katolik turun tangan dalam kegiatan kemasyarakatan.Rumah sakit atau balai pengobatan, universitas, public education, the scientific method, the modern court system, character witnesses.
Perbedaan Dunia dengan Iman:
Dunia
Dunia ternyata memberikan egoisme, kesenangan duniawi, prestasi, persaingan, kepalsuan yang bersifat sementara karena ketika kita meninggalkan dunia ini,semua itu tidak dapat dibawa ke dunia akherat,contoh umumnya uang. Dunia ini banyak memberikan godaan,kesenangan yang berpengaruh,pengaruh lingkungan fisik yang buruk,dan semuanya yang bersifat instant atau cepat.
Iman atau orang Tua
Iman ,keyakinan,tradisi selalu mengajarkan kita kebaikan. Kebaikan mereka ajarkan sudah sangat cukup,hanya saja kita masih saja salah menafsirkannya dalam kehidupan sehair-hari. Setiap hari kita tetap jahil,malas,bandel,dan rasanya sulit untuk tidak menjadi seperti itu. Mereka juga mengajarkan untuk peduli,kebahagiaan yang tak tergantikan,kebaikkan yang takkan melebihi siapapun di dunia ini,dan belaian setiap kasih sayangnya yang takkan pernah lelah menjamah tubuh ini jutaan kali sekalipun. Walaupun butuh proses yang lama dan manusia takkan pernah menjadi sempurna,tapi kasih itu sempurna.
Siapkah anda menjadi cinta yang terberkati???
Friends Are Quiet Angels.
Refleksi pribadi :
Terkadang teman-teman yang selama ini bersama kita,yang hampir setiap hari bersama-sama dengan kita,merangkul kita kala menangis,mau mendengarkan curhatan kita ketika kesal dengan nilai ulangan yang jelek,teman bermain yang sesuai,yang mau membagi senyum ketika tidak ada seorang pun yang mau tersenyum dengan kalian,merekalah yang berpengaruh dalam kehidupan kita,mengubah hidup kita,yang tadinya tertunduk dalam kegelapan,diam di dalam hujan,menangis dalam kepedihan,merekalah inspirasi kita,karena mereka adalah malaikat yang terselubung diantara semua kebaikan yang kau terima.

Session 3( Katilositas)
Pemateri : Cyprianus Lilik Krismantoro Putro
Kekuatan tentang keluarbiasaan.
Tanggung jawab menjadi orang Katolik.
Hidup berasosiasi/hidup dengan orang lain.
Orang memiliki hak untuk berpartisipasi.
Berpihak pada mereka yang miskin dan tersisih
Solidaritas/cinta kasih semua bersaudara dan harus saling membantu
Kehidupan menopang kita.
Menghargai ciptaan.
Subsidiaritas  memberi pada mereka yang tidak mampu.
Kesamaan martabat dihadapan Tuhan.
Memperjuangkan kebaikkan untuk bersama.
Setiap orang memiliki hak untuk hidup di dunia dan menjadi lebih baik.
Aspek-aspek Katolitas :
Spiritualitas/hidup rohani

Persahabatan akrab dengan Allah,
iman yang mendalam dan hidup rohani
yang terpelihara sebagai fondasi dasar kita
|

Menjadi Katolik

Pengetahuan iman/tradisi
Pengenalan atas ajaran iman
Pengetahuan umum gerejawi

Aksi nyata (mewujudkan panggilan iman kemanusiaan
& keadilan bagi sesame & segenap ciptaan)

Spiritualitas Perutusan : Yesus dan 12 Murid-Nya
Lukas 6: 12-16
Yesus Memanggil Kedua Belas Rasul
Mat 10:1-4,Mar 3 : 3-19,Kis 1 : 13
Info : bacalah biografi Santo Thomas yang berani berbeda
Refleksi pribadi :
Dengan session ini saya semakin mengetahui dasar-dasar tentang Katolik. Saya juga mengetahui kalau kita semua ini sebenarnya adalah utusan-utusan yang dianggap mampu untuk menjadi Saksi Kristus pembela kebenaran. Dengan menjadi bagian ditengah-tengah Kristus,kita semakin dekat dengan Tuhan dan semakin mengenal Dia.
Refleksi harian :
Hari ini banyak hal yang membuat saya terkesima dan takjub. Banyak hal yang memuat saya untuk memeras otak saya dn kembali merenungkan kembali apa saja yang sudah saya lakukan selama ini. Saya ras etelah mengikitu acara ini perubahan yang akan terjadi pada saya akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari saya.
Hari ke-dua,6 November 2010
Session 4
Pemateri : Cipryanus Lilik Krismantoro Putro
Siapa yang bisa jadi pemimpin yang ideal menurut kalian ???
Temukan beberapa hal mengenai factor-faktor sbagai pemimpin yang ideal :

Humoris
Bertanggung jawab
Konsekuen
Bijaksana
Pantang menyerah
Tangguh
Tidak egois
Netral
Dedikasi
Tidak membeda-bedakan
Dapat mempengaruhi anggota
Mampu memberi suasana damai
Tegas
Berani memutuskan
Terbuka
Lugas
Loyal
Teladan
Cerdas
Disiplin
Mampu memegang omongannya
Rendah hati
Berpegang pada Tuhan
Dapat menyelesaikan masalah


Seorang pemimpin selalu punya ruang untuk diberikan pada orang lain,maka itu sangat diperlukan kerendahhatian. Contoh pemimpin : Mahatma Gandhi sebagai pemimpin India.
Pemimpin itu kemudian terbagi menjadi dua,ada yang hanya sekedar jabatan saja dan ada yang melakukan tugas kepemimpinannya dengan hati,berikut adalah tokoh-tokoh penggeraknya :
Hati :
Bunda Teresa
Bono
Marthin Luther King
Mahatma Gandhi
Paulus
Nelson Mandela
Jabatan :
Susilo Bambang Yudhoyono
B.J. Habibie
Megawati Soekaro Putri
Refleksi Pribadi :
Hari ini saya menonton sebuah tayangan dari Britain`s Got Talent diman salah satu pesertanya bernama Susan Boyle seorang wanita berumur 43 tahun yang semula sebelum menunjukkan bakatnya ia banyak dicemooh orang berbagai penonton dan para juri merasa tidak nyaman dengan kehadirannya,namun ketika dia menunjukkan kebolehannya,semua terkesima,semua terlihat sangat menikmati pertunjukkannya dan sebagai bentuk perhormatannya semua penonton berdiri dan bertepuk tangan. Salah satu juri Britain`s Got Talent,Amanda meminta maaf atas sikap awal yang sangat tidak hormat kepada Susan Boyle.
Dengan kemampuan menyanyinya yang mengagumkan,dia berhasil lolos audisi Britain`s Got Talent. Dari sini saya melihat bahwa kita tidak boleh berprasangka buruk sebelum mengenal orang lebih dekat dan lebih dekat lagi.
Session 5
Pemateri : Edy Suryatno
Arah Dasar Keuskupan Bandung Visi-Misi-Tugas Perutusan komisi Kepemudaan Keuskupan Bandung
Duc In Altum
Pertanyaan Reflektif
Sebutkan gerakan dan komunitas yang ada di Paroki/lingkungan?
Misdinar,Legio Maria,PDPKK,Karismatik,Bina Iman Anak Katolik (BIAK),KSK, dan OMK.
Apakah yang menjadi penghambat bagi teman-teman dalam berkomunitas?
Malas,kurang kesadaran masing individu,kurang komunikasi,kurang kekompakkan,dan kurangnya keaktifan dari masing individu.
Kebutuhan yang seperti apakah yang perlu dijadikan prioritas dalam pengembangan diri dan berkomunitas?
Rasa saling percaya,kepedulian,kebersamaan,dan komunikasi.
Hal konkret apa yang bisa dilakukan teman-teman?
Mengadakan sebuah acara yang banyak melibatkan seluruh umat,baksos,dan jalan santai antar stasi/antar keuskupan.
Bagaimana membangun jaringan dalam paroki samarga?
Banyak diadakan pertemuan antar anak-anak OMK (co: OMK Garut-OMK Sumedang, OMK Sumedang-OMK garut)
Arah Dasr Keuskupan Bandung
o Rentang usia
o Sasaran pembinaan :
 Kepribadian
 Katolisitas
 Kemanusiaan& kemasyarakatan
 Kepemimpinan & keorganisasian
 Professional
Memahami Eneagram
Mengenali diri sendiri
Dalam hal ini saya termasuk type satu yang katanya berhubungan dengan perut (marah). Tak hanya type satu,type delapan dam sembilan pun demikian.
Tipe 1:
Yang positif :
 Etis
 Terpercaya
 Produktif
 Bijak
 Idealis
 Fair
 Jujur
 Rapi
 Disiplin
Yang negative :
• Suka menilai
• Tidak terbengkokkan
• Dogmatis
• Obssesif-kompulsif
• Mengkritik yang lain
• Terlalu serius
• Mengontrol
• Khawatir
• Sifat iri
Biasanya orang dengan tipe satu ini adalah orang yang Perfeksionis.
Pekerjaan yang cocok unutk tipe satu adalah Insinyur,Arsitek,dan Ilmuwan.
5 hewan perwakilan dari cara kita menyelesaikan sebuah masalah :
 Kura-kura (Avoidance) : menyangkal terhadap konflik
 Beruang (Accommodation) : mengikuti “keinginan” orang lain
 Ikan Hiu (Competition) : mencapai kemenangan dengan cara yang agresif
 Burung Hantu (Collaboration) : melihat kepentingan pribadi secara aktif
 Ubur-ubur (Compromising) : penyelesaian konflik simbiosis mutualisme
Refleksi Pribadi : Session ini sungguh menarik dan sangat berkesan menurut saya. Ini karena ini adalah hal baru yang perlu saya syukuri dapat mengenal diri saya lebih dalam dan lebih dalam lagi. Banyak orang mampu mengenal diri orang lain daripada diri mereka sendiri.
Session 6
Pemateri : Yoh.Babtis Sutarno
Jadilah pribadi yang berharga di mata Tuhan
Belajar menjadi pemimpin
J Dilatih dan dikembangkan setiap hari
J Potensi pemimpin ada pada tiap orang
J Melalui interaksi dan bersama dengan sesame
J Pribadi pemimpin yang efektif dan mempunyai tanggung jawab (personal responsibility)
Refleksi Pribadi : Menjadi pribadiyang dihargai Tuhan berarti mau menjadi pribadi yang dibentuk Tuhan dan mau menurut dengan kehendak Tuhan.
Refleksi Harian : Hari ini telah banyak hal yang dialkukan bersama dengan teman-teman. Tuhan juga turut campur tangan dalam kelancaran acara hari ini,bila tidak acara hari ini takkan berjalan dengan baik. Terima Kasih,Tuhan,Kau berikan semuanya baik adanya.
Hari ke-tiga,7 November 2010
Session 7
Pemateri : Agnes Polwan Kapolres Garut
Bahaya Narkoba bagi kehidupan manusia
NAPZA (Narkoba,Psikotropika,dan Zat Adiktif)
UU no.35 tahun 2009
Mengapa dilarang di Indonesia?
• Karena biasanya yang terjangkit adalah orang-orang diusia produktif.
• Karena setiap harinya ada ± 50 orang di Indonesia meninggal karena narkoba.
Jenis Narkoba :
• Morfin
• Kokain
• Ganja
Jenis Psikotropika :
• Extasi
• Shabu-shabu
• Anfetani
• Pil Bk/Koplo,Nipam,Lexo,dll.
Penyebab :
• Ingin coba-coba
• Ingin senang-senang/bangga
• Solid
• Dipaksa/diancam
• Pelarian
Dampak :
• Rugi diri sendiri
• Rugi keluarga
• Rugi kehidupan sekolah
• Rugi bangsa & Negara,agama
• Rugi ketahanan social
Dampak bagi diri sendiri :
• Jadi pemurung/pemarah
Refleksi Pribadi : Sebaiknya jangan pernah berkenalan dengan narkoba karena dampaknya sangat berbahaya dan sangat merugikan jiwa dan raga. Dosa pula bila kita melakukannya.

Session Romo Darman
Refleksi Pribadi : Di sini kita harus selalu dihadapkan dengan pilihan “YA” & ”SIAP”.Tidak ada pilihan “tidak” dalam pilihan ini. Dalam keadaan baik maka kita pun harus siap melayani Tuhan dengan baik.
Refleksi Harian : Akhirnya acara Gladi Muda selesai juga. Kembali ke rutinitas semula.Pulang ke rumah dengan sejuta rindu dengan sejuta kesan. Membawa pulang banyak pengetahuan baru semoga saja dapat berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Refleksi Keseluruhan : Banyak hal yang dapat saya bawa pulang sebagai buah tangan ke rumah dan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pula hal menarik yang dapat saya kenang dan saya simpan. Saya cukup beruntung bisa mengikuti acara ini karena jumlah peserta yang ikut acara ini sangat terbatas. Alhasil,saya bisa mengambil hasil dari Gladi Muda ini.




















PENUTUP
Walaupun acaranya hanya tiga hari dua malam,cukup banyak hal yang mampu mengubah pemikiran saya. Dimana saya harus menangis, takut, gelisah, kesal, tertawa, senang, haru, damai, dan tenang semuanya ada dan beradu menjadi satu.
Campur tangan Tuhan sangat berpengaruh dalam acara ini dan ternyata Tuhan melancarkan acara ini. Walau hujan turun terus menerus,banyak peserta yang mengeluh,tak menghalangi acara ini untuk tetap berjalan dengan lancar.
























SUKA DAN DUKA GLADI MUDA
Suka : Acaranya sungguh mengesankan. Menambah pengalaman saya dan semakin mendekatkan saya dengan Tuhan Yesus. Saya juga semakin mengenal Tuhan Yesus lebih dekat lagi. Diacara ini saya juga mendapat beberapa teman baru serta mampu mengenal lebih dalam setiap teman-teman yang mengikuti acara ini. Saya harap liburan mendatang diadakan lagi acara Gladi Muda seperti ini lagi.
Duka : Acaranya bukan diadakan pada saat libur sekolah,sehingga saya ketinggalan pelajaran. Ditambah lagi dengan absen yang bermasalah. Semoga lain waktu diadakannya saat liburan,jadi tidak bermasalah dengan absen sekolah.
Kelebihan dan Potensi yang muncul
Potensi yang muncul dari dalam diri saya adalah saya mampu menunjukkan diri saya secara diam-diam di tengah-tengah teman-teman saya. Beruntung teman-teman mau menerima saya. Saya mampu beradaptasi lebih baik dengan teman-teman.

Kekurangan dalam Gladi Muda
Saya rasa kekurangan Gladi Muda ini adalah air mandi yang sering macet sehingga waktu mandinya masih juga kurang. Katanya juga ada pembagian vitamin,tapi saya tidak merasakan adanya pembagian vitamin tersebut alias tidak kebagian tapi yasudahlah. Walaupun kurang perencanaannya,menurut saya acra ini sudah baik.
Pengalaman yang Berkesan/ bermakna
Pengalaman yang berkesan/bermakna bagi saya adalah saat akan outbound. Kelompok saya adalah kelompok terakhir yang hendak akan berangkat outbound,tapi belum juga keluar dari daerah pondok tempayan,saya dan kawan-kawan tidak diperkenanankan keluar karena hujan. Jadi sambil menunggu teman-teman yang akan kembali,kami duduk sambil menikmati minuman hangat. Saat mereka datang,kami melihat mereka basah kuyub dan menggigil kedinginan. Seusai itu,kami semua bermain di Cipanas Indah.
Pada saat menjelang api unggun pun saat-saat yang cukup menyenangkan juga,karena hangat dan sangat mengesankan,jauh berbeda kesannya dengan malam pertama. Pada malam kedua ini setidaknya saya melihat sesuatu yang dapat saya simpulkan.
Tuhan Yesus mengajarkan apa saja dalam Gladi Muda
Tuhan Yesus mengajarkan pada saya dalam Gladi Muda ini untuk yakin bahwa kita kita adalah bagian yang diprioritaskan Allah. Tuhan Yesus selalu memperhatikan kita,bagaimana dengan kita? Maka dari itu saya belajar untuk semakin dekat denganTuhan dan yakin Tuhan Yesus selalu ada di hati saya dan saya tidak sendirian lagi.





Para Saksi Bisu Gladi Muda
yohanes24 wrote on Nov 27, '10

EVALUASI PELATIHAN PENGGALIAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI
LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR
GLADI MUDA 2010
1) Apa makna Gladi Muda bagi pertumbuhan imanmu? Dasar Katolisitas, Kristiani, Duc In Altum?
• Saya bisa merubah diri saya menjadi seorang pemimpin yang baik (hal-hal yang jelek dalam diri saya dapat saya kurangi : malas, terlalu cepat mengambil keputusan)
• Semakin lebih ingin menjadi Gladi Muda Gereja, pemuda-pemudi Gereja, membangkitkan semangat para pemuda dan pemudi Gereja.
• Semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, iman semakin dikuatkan dan dasar iman semakin dikokohkan.(4 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Gladi Muda merupakan sarana untuk perkembangan iman saya untuk lebih mengenal diri saya sendiri dan merefleksikan tujuan diri saya.
• Saya merasa semakin ada bertambahnya sebuah rasa untuk berubah dan ada rasa bersemangat untuk merubah hal-hal buruk.
• Saya menjadi menyadari inilah diri saya, dan saya merasa semangat saya muncul untuk hidup secara Kristiani/ bertindak atas dasar Tuhan.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Saya dapat mengambil hal-hal menarik bagi pertumbuhan iman dan dapat saya jadikan sebagai motivasi.
• Menambah pengetahuan iman Katolisitas dan membuat lebih percaya dan yakin dengan pilihan saya.
• Memberikan pelajaran baik bagi diri saya sehingga membuat saya menyadari kesalahan-kesalahan saya selama ini .(2 orang yang mengatakan hal yang sama)
• Acara yang memberikan kita makna apa itu Katolisitas, dan sebagai generasi muda dapat lebih mengerti makna kepemimpinan tersebut.
• Saya merasa Tuhan hadir ditengah persahabatan saya dengan orang lain sesama kaum muda dan saya merasa persaudaraan itu tunbuh ketika Gladi Muda.
• Saya bisa menjadi mandiri dan bisa lebih percaya diri.
• Kita bisa menjadi Katolik sejati.
• Bisa menambah percaya diri dan menambah teman.
2) Apakah materi Gladi Muda memberikan dampak yang berarti bagi semangat kepemimpinanmu?
• Berarti, karena sebagai seorang pemimpin sebelum kita bertindak, kita harus melihat dan menimbang suatu keputusan yang akan kita ambil.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama )
• Sangat berarti, karena sebelumnya saya belum mengerti arti sebuah kepemimpinan, tapi setelah season Gladi Muda saya mengerti arti sebuah semangat kepemimpinan, yaitu semangat dalam memimpin dan tidak boleh menyerah untuk mencapai sebuah tujuan.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama )
• Materi dalam Gladi Muda memberikan dampak yang mendalam bagi semangat kepemimpinan saya, dalam debat dengan Pak Lilik C.P, saya diajak untuk menjadi lebih berani. (2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Kita dituntut betindak kritis dan bertindak sebagai pemimpin yang berarti memulai dari kita sendiri dan memberi contoh.
• Materi session II yaitu mengenai kepemimpinan, karena dalam kepemimpinan harus terdapat komunikasi yang dapat mempersatukan satu dengan yang lain.
• Sangat berarti, karena setelah saya mendapat materi dalam Gladi Muda saya menjadi bersemangat dan tidak gampang putus asa.
• Cukup memberikan saya semangat untuk memimpin dimulai dari memimpin diri saya sendiri untuk berbuat baik dan bertindak atas dasar Tuhan.
• Ya, banyak session yang menyadarkan saya salah satunya tentang amarah. Sekarang saya menjadi lebih tenang menghadapi masalah.
• Hanya beberapa. Pada session 1 dan 2 yaitu tentang perjuangan dan niat, karena dari situ saya memiliki niat di dalam hati.
• Ya, karena dengan acara Gladi Muda ini saya bisa menuangkan apa yang ada dalam pemikiran saya juga bisa menimbang semua hal.
• Kurang lebih memberikan dampak dan makna dalam kehidupan saya.
• Ya, karena kita bisa melihat pribadi diri sendiri.
• Ya, karena kita menambah wawasan yang luas.
3) Apa yang bisa kamu petik dalam pengalamanmu mengikuti Gladi Muda 2010?
• Saya bisa menumbuhkan iman saya dan saling bekerja sama, bertanggung jawab dan saling menyayangi.
• Bisa menjadi seorang pemimpin, suka-duka, senang maupun sedih bersama teman-teman Gladi Muda.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Bisa lebih mengetahui bahwa dalam mengambil keputusan kita harus terlebih dahulu melihat dan menimbang permasalahan yang kita hadapi.
• Pengalaman yang bisa saya petik adalah saat sharing bersama Ibu Anna dan saat main gitar di api unggun.
• Saya belajar berkoordinasi dan mencoba mempengaruhi dan memimpin sekelompok golongan.
• Bisa menambah teman, menambah wawasan dan menambah keceriaan di balik kejenuhan bersekolah.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Kerjasama dan kebersamaan.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Hidup menggereja dan hidup komunitas menyenangkan, karena dari sanalah tercipta kekompakkan antar teman.
• Dapat lebih mengenal sosok seorang pemimpin dan juga lebih mengenal sifat-sifat dalam diri sendiri.
• Menjadi semakin tahu tentang pentingnya seorang pemimpin.
• Lebih mengerti tentang kehidupan dasar Katolisitas dan kepemimpinan.
• Bisa mempelajari materi-materi yang diberikan dan bermain bersama.
• Kita harus selalu menjalin persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan.
• Kekompakkan, kemandirian, kesuksesan, kepercayaan diri.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Terkadang senang, terkadang bosan.
4) Apa suka duka mengikuti Gladi Muda?
• Pengalaman suka :
 mendapat banyak pengetahuan, berkumpul bersama teman. (5 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 dapat mengikuti semua kegiatan dengan baik.
 selalu bersama: belajar bersama, bermain bersama (6 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 bisa saling sharing dengan para pendamping.
 mendapat teman baru.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Pengalaman duka :
 tidak jadi ke Citiis, jalan kaki ke Cipanas Indah.
 diambil HP membuat suasana menadi jenuh.(4 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 kurangnya waktu kosong.
 saat semua asyik sendiri, saling mementingkan kepentingan sendiri.
 peraturan terlalu ketat dan tidak konsisten.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 saat ada teman dan anggota Gladi Muda yang sakit.
 terlalu otoriter.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 selalu tidur malam+ kegiatan yang padat sehingga membuat lelah dan pusing.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 terlalu banyak session yang menghabiskan waktu panjang.
 outbound nya tidak jadi.
 kalau mandinya telat ga kebagian air.
 pada saat perpisahan.
 acara Gladi Muda nya kurang lama.
5) Apa evaluasi untuk Pemateri, Fasilitator, Peserta, Tim TFT, Guru Agama Katolik, Romo Paroki, Tim Pendamping?
Sudah cukup baik tapi jangn terlalu mengekang kepada peserta, karena membuat peserta jenuh dan memberontak.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Untuk Pemateri :
 Materinya terlalu jenuh. (4 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Masih banyak yang belum dimengerti bahasanya sulit dipahami.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Semakin ditingkatkan lagi, sudah bagus namun semakin mengajak dan menghipnotis para peserta dalam kegiatan yang diadakan.
 Terlalu banyak session dan membawakan sessionnya terlalu tegang.(5 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Untuk Fasilitator :
 Kata-katanya menyentuh dan sangat menginspirasi.
 Kurang terlibat dalam kegiatan secara keseluruhan.
 Sudah cukup berani dan cukup baik.
• Untuk Peserta :
 Masih banyak yang kurang ikut berpartisipasi.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Untuk Guru Agama Katolik :
 Sangat ketat (kurang memberi kelonggaran pada peserta).(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Lumayan dalam membawakan materinya, tapi gampang membosankan.
 Kurang seru saat mengikuti acara.
• Untuk Tim TFT :
• Membosankan, karena Ice breaking nya selalu menyanyi.
• Kerja harus lebih benar.
• Kurang solidaritas.
• Untuk Romo Paroki :
• Kurang terlibat dalam acara.
• Humoris
• Untuk Tim Pendamping :
• Menyenangkan saat sharing.
6) Apakah ada kerinduan untuk mengadakan aksi tindak lanjut Gladi Muda? Dalam bentuk apa? Dan kapan?
• Ada, dalam bentuk :
 Rekoleksi lagi (Gladi Muda II) tapi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih seru lagi. (8 Orang yang mengatakan hal yang sama).
 Dengan cara kumpul bareng dan Follow Up, dengan jarak 2 atau 3 bulan.
 Kemping Gladi Muda. (2 Orang yang mengatakan hal yang sama).
 Pertemuan anggota Gladi Muda/ koor anggota Gladi Muda di Gereja.
 Dalam bentuk ASAMI (Acara Sabtu-Minggu) yang diadakan 1 bulan sekali, pada akhir bulan.
 Dalam bentuk perkumpulan antar lingkungan (2 kali dalam 1 bulan).
 Dalam bentuk Ret-ret.
 Dalam bentuk pertemuan rutin (rekoleksi) tetapi tidak formal, dan bersifat santai (3 bulan sekali).
• Waktu :
 Pada saat libur sekolah.
 Setelah Natal.
 Tahun 2011.
7) Apakah selama Gladi Muda membawa perubahan yang signifikan bagi proses pertumbuhan iman, harapan dan kasih?
• Ya, perubahan dalam bentuk :
 Merasa menjadi lebih berarti.
 Sikap-sikap buruk dalam diri menjadi berkurang.
 Iman saya menjadi semakin kuat.
 Menjadi lebih berani.
 Semakin sering berdoa.
 Semakin mengetahui karakter setiap teman.
 Semakin menjadi lebih ingin mengasihi.
 Menjadi bersemangat dalam pembangunan iman.
 Menjadi lebih dewasa.
 Tumbuh rasa ingin bergabung dalam komunitas gereja.
 Menjadi lebih yakin bahwa Yesus selalu ada untuk kita & semua harapan diberkati oleh Tuhan.
 Semakin sadar akan tingkah laku saya selama ini.
 Semangat persaudaraan.
 Menjadi lebih semangat dan percaya diri.
• Tidak terlalu, karena masih adanya kemalasan dan kurangnya perhatian pada saat session karena merasa malas.
8) Apakah kekurangan, kelebihan program Gladi Muda 2010 ini?
• Kekurangan :
 Acaranya terlalu formal.
 Pemateri terlalu serius.
 Materi/ session terlalu banyak sehingga sedikit jenuh.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Game kurang seru.
 Tidak tepat waktu dan tidak sesuai jadwal.
 Kurang berpengalaman dalam membuat acara.
 Acaranya dilaksanakan bukan pada saat libur, sehingga merasa ketinggalan pelajaran.
 Kurangnya waktu untuk bermain.
 Kesiapan dari panitia kurang matang.
 Dalam pelaksanaannya tidak ada koordinasi antar panitia.
 Pada saat session tempat dan waktunya selalu sama, jadi membuat peserta bosan.
 Banyak kegiatan yang membosankan.
 Peraturannya terlalu ketat.
 Kurang air.
 Kurang meriah.
 Teman dari Sumedang hanya sedikit.
 Kurang lama.
• Kelebihan :
 Ice breakingnya seru, lagu-lagunya bagus.
 Materinya sesuai dengan pengalaman saya.
 Pesertanya sudah hampir saling kenal.
 Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
 Mengingatkan untuk terus berbuat baik.
 Acaranya sangat seru, dan akan menjadi pengalaman indah.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Permainannya seru.
 Melatih jiwa kepemimpinan dan kerjasama antar peserta.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Banyak hal yang menarik dan dapat dijadikan motivasi.
 Pematerinya bagus.
 Fasilitasnya lengkap.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Stuktur acara baik.
9) Harapan apa yang belum terlaksana dalam proses Gladi Muda? Apakah ada korelasi antara proses KBM PAK dengan Gladi Muda? Jika ada coba jelaskan hubungannya! Jika tidak coba beri perbedaannya, dan rasionalisasinya!
• Harapan yang belum terlaksana dalam proses Gladi Muda :
 Ada, yaitu :
Acara api unggunnya kurang hidup.
Semangat kaum muda yang tetap menyala untuk ikut aktif dalam kegiatan menggereja, sekolah dan masyarakat.
Kurang adanya keakraban secara menyeluruh.
Dalam Outbond belum puas, karena hanya setengah perjalanan saja.
Kegiatan nonton bareng pada saat malam api unggun dan uji kreativitas.
Tidak ada Hiking pada hari ke-2.
Waktu untuk pelaksanaan Gladi Muda hanya sebentar.
 Tidak ada :
Mungkin hanya pada saat materi agak sedikit jenuh.
• Adakah korelasi antara proses KBM PAK dengan Gladi Muda :
 Ada, yaitu :
o Hubungannya sama-sama membimbing untuk menumbuhkan iman & jiwa kepemimpinan. (2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
o Sama-sama mengajarkan tentang Katolisitas, Kristianitas, dan Duc In Altum.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
o Mengganti pelajaran yang tertunda dan mengganti dengan keceriaan beserta pelajaran yang menyenangkan.
o Apa yang dipelajari pada saat KBM PAK juga ada pada saat Gladi Muda.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama).


yohanes24 wrote on Nov 27, '10

EVALUASI PELATIHAN PENGGALIAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI
LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR
GLADI MUDA 2010
1) Apa makna Gladi Muda bagi pertumbuhan imanmu? Dasar Katolisitas, Kristiani, Duc In Altum?
• Saya bisa merubah diri saya menjadi seorang pemimpin yang baik (hal-hal yang jelek dalam diri saya dapat saya kurangi : malas, terlalu cepat mengambil keputusan)
• Semakin lebih ingin menjadi Gladi Muda Gereja, pemuda-pemudi Gereja, membangkitkan semangat para pemuda dan pemudi Gereja.
• Semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, iman semakin dikuatkan dan dasar iman semakin dikokohkan.(4 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Gladi Muda merupakan sarana untuk perkembangan iman saya untuk lebih mengenal diri saya sendiri dan merefleksikan tujuan diri saya.
• Saya merasa semakin ada bertambahnya sebuah rasa untuk berubah dan ada rasa bersemangat untuk merubah hal-hal buruk.
• Saya menjadi menyadari inilah diri saya, dan saya merasa semangat saya muncul untuk hidup secara Kristiani/ bertindak atas dasar Tuhan.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Saya dapat mengambil hal-hal menarik bagi pertumbuhan iman dan dapat saya jadikan sebagai motivasi.
• Menambah pengetahuan iman Katolisitas dan membuat lebih percaya dan yakin dengan pilihan saya.
• Memberikan pelajaran baik bagi diri saya sehingga membuat saya menyadari kesalahan-kesalahan saya selama ini .(2 orang yang mengatakan hal yang sama)
• Acara yang memberikan kita makna apa itu Katolisitas, dan sebagai generasi muda dapat lebih mengerti makna kepemimpinan tersebut.
• Saya merasa Tuhan hadir ditengah persahabatan saya dengan orang lain sesama kaum muda dan saya merasa persaudaraan itu tunbuh ketika Gladi Muda.
• Saya bisa menjadi mandiri dan bisa lebih percaya diri.
• Kita bisa menjadi Katolik sejati.
• Bisa menambah percaya diri dan menambah teman.
2) Apakah materi Gladi Muda memberikan dampak yang berarti bagi semangat kepemimpinanmu?
• Berarti, karena sebagai seorang pemimpin sebelum kita bertindak, kita harus melihat dan menimbang suatu keputusan yang akan kita ambil.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama )
• Sangat berarti, karena sebelumnya saya belum mengerti arti sebuah kepemimpinan, tapi setelah season Gladi Muda saya mengerti arti sebuah semangat kepemimpinan, yaitu semangat dalam memimpin dan tidak boleh menyerah untuk mencapai sebuah tujuan.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama )
• Materi dalam Gladi Muda memberikan dampak yang mendalam bagi semangat kepemimpinan saya, dalam debat dengan Pak Lilik C.P, saya diajak untuk menjadi lebih berani. (2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Kita dituntut betindak kritis dan bertindak sebagai pemimpin yang berarti memulai dari kita sendiri dan memberi contoh.
• Materi session II yaitu mengenai kepemimpinan, karena dalam kepemimpinan harus terdapat komunikasi yang dapat mempersatukan satu dengan yang lain.
• Sangat berarti, karena setelah saya mendapat materi dalam Gladi Muda saya menjadi bersemangat dan tidak gampang putus asa.
• Cukup memberikan saya semangat untuk memimpin dimulai dari memimpin diri saya sendiri untuk berbuat baik dan bertindak atas dasar Tuhan.
• Ya, banyak session yang menyadarkan saya salah satunya tentang amarah. Sekarang saya menjadi lebih tenang menghadapi masalah.
• Hanya beberapa. Pada session 1 dan 2 yaitu tentang perjuangan dan niat, karena dari situ saya memiliki niat di dalam hati.
• Ya, karena dengan acara Gladi Muda ini saya bisa menuangkan apa yang ada dalam pemikiran saya juga bisa menimbang semua hal.
• Kurang lebih memberikan dampak dan makna dalam kehidupan saya.
• Ya, karena kita bisa melihat pribadi diri sendiri.
• Ya, karena kita menambah wawasan yang luas.
3) Apa yang bisa kamu petik dalam pengalamanmu mengikuti Gladi Muda 2010?
• Saya bisa menumbuhkan iman saya dan saling bekerja sama, bertanggung jawab dan saling menyayangi.
• Bisa menjadi seorang pemimpin, suka-duka, senang maupun sedih bersama teman-teman Gladi Muda.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Bisa lebih mengetahui bahwa dalam mengambil keputusan kita harus terlebih dahulu melihat dan menimbang permasalahan yang kita hadapi.
• Pengalaman yang bisa saya petik adalah saat sharing bersama Ibu Anna dan saat main gitar di api unggun.
• Saya belajar berkoordinasi dan mencoba mempengaruhi dan memimpin sekelompok golongan.
• Bisa menambah teman, menambah wawasan dan menambah keceriaan di balik kejenuhan bersekolah.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Kerjasama dan kebersamaan.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Hidup menggereja dan hidup komunitas menyenangkan, karena dari sanalah tercipta kekompakkan antar teman.
• Dapat lebih mengenal sosok seorang pemimpin dan juga lebih mengenal sifat-sifat dalam diri sendiri.
• Menjadi semakin tahu tentang pentingnya seorang pemimpin.
• Lebih mengerti tentang kehidupan dasar Katolisitas dan kepemimpinan.
• Bisa mempelajari materi-materi yang diberikan dan bermain bersama.
• Kita harus selalu menjalin persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan.
• Kekompakkan, kemandirian, kesuksesan, kepercayaan diri.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Terkadang senang, terkadang bosan.
4) Apa suka duka mengikuti Gladi Muda?
• Pengalaman suka :
 mendapat banyak pengetahuan, berkumpul bersama teman. (5 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 dapat mengikuti semua kegiatan dengan baik.
 selalu bersama: belajar bersama, bermain bersama (6 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 bisa saling sharing dengan para pendamping.
 mendapat teman baru.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Pengalaman duka :
 tidak jadi ke Citiis, jalan kaki ke Cipanas Indah.
 diambil HP membuat suasana menadi jenuh.(4 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 kurangnya waktu kosong.
 saat semua asyik sendiri, saling mementingkan kepentingan sendiri.
 peraturan terlalu ketat dan tidak konsisten.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 saat ada teman dan anggota Gladi Muda yang sakit.
 terlalu otoriter.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 selalu tidur malam+ kegiatan yang padat sehingga membuat lelah dan pusing.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 terlalu banyak session yang menghabiskan waktu panjang.
 outbound nya tidak jadi.
 kalau mandinya telat ga kebagian air.
 pada saat perpisahan.
 acara Gladi Muda nya kurang lama.
5) Apa evaluasi untuk Pemateri, Fasilitator, Peserta, Tim TFT, Guru Agama Katolik, Romo Paroki, Tim Pendamping?
Sudah cukup baik tapi jangn terlalu mengekang kepada peserta, karena membuat peserta jenuh dan memberontak.(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Untuk Pemateri :
 Materinya terlalu jenuh. (4 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Masih banyak yang belum dimengerti bahasanya sulit dipahami.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Semakin ditingkatkan lagi, sudah bagus namun semakin mengajak dan menghipnotis para peserta dalam kegiatan yang diadakan.
 Terlalu banyak session dan membawakan sessionnya terlalu tegang.(5 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Untuk Fasilitator :
 Kata-katanya menyentuh dan sangat menginspirasi.
 Kurang terlibat dalam kegiatan secara keseluruhan.
 Sudah cukup berani dan cukup baik.
• Untuk Peserta :
 Masih banyak yang kurang ikut berpartisipasi.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
• Untuk Guru Agama Katolik :
 Sangat ketat (kurang memberi kelonggaran pada peserta).(3 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Lumayan dalam membawakan materinya, tapi gampang membosankan.
 Kurang seru saat mengikuti acara.
• Untuk Tim TFT :
• Membosankan, karena Ice breaking nya selalu menyanyi.
• Kerja harus lebih benar.
• Kurang solidaritas.
• Untuk Romo Paroki :
• Kurang terlibat dalam acara.
• Humoris
• Untuk Tim Pendamping :
• Menyenangkan saat sharing.
6) Apakah ada kerinduan untuk mengadakan aksi tindak lanjut Gladi Muda? Dalam bentuk apa? Dan kapan?
• Ada, dalam bentuk :
 Rekoleksi lagi (Gladi Muda II) tapi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih seru lagi. (8 Orang yang mengatakan hal yang sama).
 Dengan cara kumpul bareng dan Follow Up, dengan jarak 2 atau 3 bulan.
 Kemping Gladi Muda. (2 Orang yang mengatakan hal yang sama).
 Pertemuan anggota Gladi Muda/ koor anggota Gladi Muda di Gereja.
 Dalam bentuk ASAMI (Acara Sabtu-Minggu) yang diadakan 1 bulan sekali, pada akhir bulan.
 Dalam bentuk perkumpulan antar lingkungan (2 kali dalam 1 bulan).
 Dalam bentuk Ret-ret.
 Dalam bentuk pertemuan rutin (rekoleksi) tetapi tidak formal, dan bersifat santai (3 bulan sekali).
• Waktu :
 Pada saat libur sekolah.
 Setelah Natal.
 Tahun 2011.
7) Apakah selama Gladi Muda membawa perubahan yang signifikan bagi proses pertumbuhan iman, harapan dan kasih?
• Ya, perubahan dalam bentuk :
 Merasa menjadi lebih berarti.
 Sikap-sikap buruk dalam diri menjadi berkurang.
 Iman saya menjadi semakin kuat.
 Menjadi lebih berani.
 Semakin sering berdoa.
 Semakin mengetahui karakter setiap teman.
 Semakin menjadi lebih ingin mengasihi.
 Menjadi bersemangat dalam pembangunan iman.
 Menjadi lebih dewasa.
 Tumbuh rasa ingin bergabung dalam komunitas gereja.
 Menjadi lebih yakin bahwa Yesus selalu ada untuk kita & semua harapan diberkati oleh Tuhan.
 Semakin sadar akan tingkah laku saya selama ini.
 Semangat persaudaraan.
 Menjadi lebih semangat dan percaya diri.
• Tidak terlalu, karena masih adanya kemalasan dan kurangnya perhatian pada saat session karena merasa malas.
8) Apakah kekurangan, kelebihan program Gladi Muda 2010 ini?
• Kekurangan :
 Acaranya terlalu formal.
 Pemateri terlalu serius.
 Materi/ session terlalu banyak sehingga sedikit jenuh.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Game kurang seru.
 Tidak tepat waktu dan tidak sesuai jadwal.
 Kurang berpengalaman dalam membuat acara.
 Acaranya dilaksanakan bukan pada saat libur, sehingga merasa ketinggalan pelajaran.
 Kurangnya waktu untuk bermain.
 Kesiapan dari panitia kurang matang.
 Dalam pelaksanaannya tidak ada koordinasi antar panitia.
 Pada saat session tempat dan waktunya selalu sama, jadi membuat peserta bosan.
 Banyak kegiatan yang membosankan.
 Peraturannya terlalu ketat.
 Kurang air.
 Kurang meriah.
 Teman dari Sumedang hanya sedikit.
 Kurang lama.
• Kelebihan :
 Ice breakingnya seru, lagu-lagunya bagus.
 Materinya sesuai dengan pengalaman saya.
 Pesertanya sudah hampir saling kenal.
 Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
 Mengingatkan untuk terus berbuat baik.
 Acaranya sangat seru, dan akan menjadi pengalaman indah.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Permainannya seru.
 Melatih jiwa kepemimpinan dan kerjasama antar peserta.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Banyak hal yang menarik dan dapat dijadikan motivasi.
 Pematerinya bagus.
 Fasilitasnya lengkap.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
 Stuktur acara baik.
9) Harapan apa yang belum terlaksana dalam proses Gladi Muda? Apakah ada korelasi antara proses KBM PAK dengan Gladi Muda? Jika ada coba jelaskan hubungannya! Jika tidak coba beri perbedaannya, dan rasionalisasinya!
• Harapan yang belum terlaksana dalam proses Gladi Muda :
 Ada, yaitu :
Acara api unggunnya kurang hidup.
Semangat kaum muda yang tetap menyala untuk ikut aktif dalam kegiatan menggereja, sekolah dan masyarakat.
Kurang adanya keakraban secara menyeluruh.
Dalam Outbond belum puas, karena hanya setengah perjalanan saja.
Kegiatan nonton bareng pada saat malam api unggun dan uji kreativitas.
Tidak ada Hiking pada hari ke-2.
Waktu untuk pelaksanaan Gladi Muda hanya sebentar.
 Tidak ada :
Mungkin hanya pada saat materi agak sedikit jenuh.
• Adakah korelasi antara proses KBM PAK dengan Gladi Muda :
 Ada, yaitu :
o Hubungannya sama-sama membimbing untuk menumbuhkan iman & jiwa kepemimpinan. (2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
o Sama-sama mengajarkan tentang Katolisitas, Kristianitas, dan Duc In Altum.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama)
o Mengganti pelajaran yang tertunda dan mengganti dengan keceriaan beserta pelajaran yang menyenangkan.
o Apa yang dipelajari pada saat KBM PAK juga ada pada saat Gladi Muda.(2 Orang yang mengatakan hal yang sama).


samarga09 wrote on Aug 19, '10
Sakramen (Katolik)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Wikify
Keseluruhan artikel atau bagian tertentu dari artikel ini perlu di-wikifikasi.

Sakramen, sebagaimana difahami oleh Gereja katolik, adalah tanda yang terlihat, yang dapat ditangkap oleh panca indera, yang dilembagakan oleh Yesus dan dipercayakan kepada Gereja, sebagai sarana yang dengannya rahmat ilahi diindikasikan oleh tanda yang diterimakan, yang membantu pribadi penerimanya untuk berkembang dalam kekudusan, dan berkontribusi kepada pertumbuhan Gereja dalam amal-kasih dan kesaksian.
Ketujuh Sakramen oleh Rogier van der Weyden, sekitar 1448.

Meskipun tidak semua pribadi menerima semua sakramen, sakramen-sakramen secara keseluruhan dipandang sebagai sarana penting bagi keselamatan umat beriman, yang menganugerahkan rahmat tertentu dari tiap sakramen tersebut, misalnya dipersatukan dengan Kristus dan Gereja, pengampunan dosa-dosa, atau pun pengkhususan (konsekrasi) untuk suatu pelayanan tertentu.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa efek dari suatu sakramen itu ada ex opere operato (oleh kenyataan bahwa sakramen itu dilayankan), tanpa memperhitungkan kekudusan pribadi pelayan yang melayankannya; kurang layaknya kondisi penerima untuk menerima rahmat yang dianugerahkan tersebut dapat menghalangi efektivitas sakramen itu bagi yang bersangkutan; sakramen memerlukan adanya iman, meskipun kata-kata dan elemen-elemen ritualnya, menyuburkan, menguatkan dan memberi ekspresi bagi iman (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 224).

Gereja katolik mengajarkan adanya tujuh sakramen, dan diurutkan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) sebagai berikut:

* Pembaptisan: KGK 1213–1284
* Penguatan, juga disebut Krisma (KGK 1289): KGK 1285–1321
* Ekaristi: KGK 1322–1419
* Rekonsiliasi(umumnya disebut "Pengakuan Dosa"):KGK 1422–1498
* Pengurapan orang sakit: KGK 1499–1532
* Imamat: KGK 1536–1600
* Pernikahan: KGK 1601–1666

Penjelasan tiap sakramen tersebut berikut ini terutama didasarkan atas Kompendium Katekismus Gereja Katolik.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sakramen-sakramen Inisiasi
o 1.1 Pembaptisan
o 1.2 Penguatan
o 1.3 Ekaristi
* 2 Sakramen-sakramen Penyembuhan
o 2.1 Rekonsiliasi
o 2.2 Pengurapan Orang Sakit
* 3 Sakramen-sakramen Panggilan
o 3.1 Imamat
o 3.2 Pernikahan
* 4 Validitas dan keabsahan pelayanan sakramen-sakramen
* 5 Para Pelayan-Sakramen Biasa dan Luar Biasa
* 6 Pranala luar

[sunting] Sakramen-sakramen Inisiasi
[sunting] Pembaptisan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Baptisan
Baptisterium (bejana/ruang/tempat pembaptisan) dalam Katedral St. Rafael, Dubuque, Iowa. Bejana khusus ini diperluas pada tahun 2005 untuk mencakup sebuah kolam kecil bagi pembaptisan selam orang dewasa, delapan sisi pada bejana melambangkan delapan jiwa yang terselamatkan oleh Bahtera Nuh.

Pembaptisan adalah sakramen pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani. Sakramen ini dilayankan dengan cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak sekedar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus " (Matius 28:19). Pelayan sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam, atau (dalam Gereja Latin, namun tidak demikian halnya dalam Gereja Timur) seorang diakon.

Dalam keadaan darurat, siapapun yang berniat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja, bahkan jika orang itu bukanlah seorang Kristiani, dapat membaptis.

Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut, dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui "rahmat yang menguduskan" (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya).

Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komuni (persekutuan) antar semua orang Kristen.

Pembaptisan menganugerahkan kebajikan-kebajikan "teologis" (iman, harapan dan kasih) dan karunia-karunia Roh Kudus. Sakramen ini menandai penerimanya dengan suatu meterai rohani yang berarti orang tersebut secara permanen telah menjadi milik Kristus.
[sunting] Penguatan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penguatan

Penguatan atau Krisma adalah sakramen ketiga dalam inisiasi Kristiani. Sakramen ini diberikan dengan cara mengurapi penerimanya dengan Krisma, minyak yang telah dicampur sejenis balsam, yang memberinya aroma khas, disertai doa khusus yang menunjukkan bahwa, baik dalam variasi Barat maupun Timurnya, karunia Roh Kudus menandai si penerima seperti sebuah meterai. Melalui sakramen ini, rahmat yang diberikan dalam pembaptisan "diperkuat dan diperdalam" (KGK 1303). Seperti pembaptisan, penguatan hanya diterima satu kali, dan si penerima harus dalam keadaan layak (artinya bebas dari dosa-maut apapun yang diketahui dan yang belum diakui) agar dapat menerima efek sakramen tersebut. Pelayan sakramen ini adalah seorang uskup yang ditahbiskan secara sah; jika seorang imam (presbiter) melayankan sakramen ini — sebagaimana yang biasa dilakukan dalam Gereja-Gereja Timur dan dalam keadaan-keadaan istimewa (seperti pembabtisan orang dewasa atau seorang anak kecil yang sekarat) dalam Gereja Ritus-Latin (KGK 1312–1313) — hubungan dengan jenjang imamat di atasnya ditunjukkan oleh minyak (dikenal dengan nama krisma atau myron) yang telah diberkati oleh uskup dalam perayaan Kamis Putih atau pada hari yang dekat dengan hari itu. Di Timur sakramen ini dilayankan segera sesudah pembaptisan. Di Barat, di mana administrasi biasanya dikhususkan bagi orang-orang yang sudah dapat memahami arti pentingnya, sakramen ini ditunda sampai si penerima mencapai usia awal kedewasaan; biasanya setelah yang bersangkutan diperbolehkan menerima sakramen Ekaristi, sakramen ketiga dari inisiasi Kristiani. Kian lama kian dipulihkan urut-urutan tradisional sakramen-sakramen inisiasi ini, yakni diawali dengan pembaptisan, kemudian penguatan, barulah Ekaristi.
[sunting] Ekaristi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perjamuan Kudus

Ekaristi adalah sakramen (yang kedua dalam inisiasi Kristiani) yang dengannya umat Katolik mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus serta turut serta dalam pengorbanan diri-Nya. Aspek pertama dari sakramen ini (yakni mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus) disebut pula Komuni Suci. Roti (yang harus terbuat dari gandum, dan yang tidak diberi ragi dalam ritus Latin, Armenia dan Ethiopia, namun diberi ragi dalam kebanyakan Ritus Timur) dan anggur (yang harus terbuat dari buah anggur) yang digunakan dalam ritus Ekaristi, dalam iman Katolik, ditransformasi dalam segala hal kecuali wujudnya yang kelihatan menjadi Tubuh dan Darah Kristus, perubahan ini disebut transubstansiasi. Hanya uskup atau imam yang dapat menjadi pelayan Sakramen Ekaristi, dengan bertindak selaku pribadi Kristus sendiri. Diakon serta imam biasanya adalah pelayan Komuni Suci, umat awam dapat diberi wewenang dalam lingkup terbatas sebagai pelayan luar biasa Komuni Suci. Ekaristi dipandang sebagai "sumber dan puncak" kehidupan Kristiani, tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah terhadap umat beriman dan tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman terhadap Allah, serta sebagai suatu titik dimana umat beriman terhubung dengan liturgi di surga. Betapa pentingnya sakramen ini sehingga partisipasi dalam perayaan Ekaristi (Misa) dipandang sebagai kewajiban pada setiap hari Minggu dan hari raya khusus, serta dianjurkan untuk hari-hari lainnya. Dianjurkan pula bagi umat yang berpartisipasi dalam Misa untuk, dalam kondisi rohani yang layak, menerima Komuni Suci. Menerima Komuni Suci dipandang sebagai kewajiban sekurang-kurangnya setahun sekali selama masa Paskah.
[sunting] Sakramen-sakramen Penyembuhan
[sunting] Rekonsiliasi
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengakuan dosa

Sakramen rekonsiliasi adalah yang pertama dari kedua sakramen penyembuhan, dan juga disebut Sakramen Pengakuan Dosa, Sakramen Tobat, dan Sakramen Pengampunan(KGK 1423–1424). Sakramen ini adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis yang terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa. Sakramen ini memiliki empat unsur: penyesalan si peniten (si pengaku dosa) atas dosanya (tanpa hal ini ritus rekonsiliasi akan sia-sia), pengakuan kepada seorang imam (boleh saja secara spirutual akan bermanfaat bagi seseorang untuk mengaku dosa kepada yang lain, akan tetapi hanya imam yang memiliki kuasa untuk melayankan sakramen ini), absolusi (pengampunan) oleh imam, dan penyilihan.

"Banyak dosa yang merugikan sesama. Seseorang harus melakukan melakukan apa yang mungkin dilakukannya guna memperbaiki kerusakan yang telah terjadi (misalnya, mengembalikan barang yang telah dicuri, memulihkan nama baik seseorang yang telah difitnah, memberi ganti rugi kepada pihak yang telah dirugikan). Keadilan yang sederhana pun menuntut yang sama. Akan tetapi dosa juga merusak dan melemahkan si pendosa sendiri, serta hubungannya dengan Allah dan sesama. Si pendosa yang bangkit dari dosa tetap harus memulihkan sepenuhnya kesehatan rohaninya dengan melakukan lagi sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya: dia harus 'melakukan silih bagi' atau 'memperbaiki kerusakan akibat' dosa-dosanya. Penyilihan ini juga disebut 'penitensi'" (KGK 1459). Pada awal abad-abad Kekristenan, unsur penyilihan ini sangat berat dan umumnya mendahului absolusi, namun sekarang ini biasanya melibatkan suatu tugas sederhana yang harus dilaksanakan oleh si peniten, untuk melakukan beberapa perbaikan dan sebagai suatu sarana pengobatan untuk menghadapi pencobaan selanjutnya.

Imam yang bersangkutan terikat oleh "meterai pengakuan dosa", yang tak boleh dirusak. "Oleh karena itu, benar-benar salah bila seorang konfesor (pendengar pengakuan) dengan cara apapun mengkhianati peniten, untuk alasan apapun, baik dengan perkataan maupun dengan jalan lain" (kanon 983 dalam Hukum Kanonik). Seorang konfesor yang secara langsung merusak meterai sakramental tersebut otomatis dikenai ekskomunikasi (hukuman pengucilan) yang hanya dapat dicabut oleh Tahta Suci (kanon 1388).
[sunting] Pengurapan Orang Sakit
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pengurapan orang sakit

Pengurapan Orang Sakit adalah sakramen penyembuhan yang kedua. Dalam sakramen ini seorang imam mengurapi si sakit dengan minyak yang khusus diberkati untuk upacara ini. "Pengurapan orang sakit dapat dilayankan bagi setiap umat beriman yang, karena telah mencapai penggunaan akal budi, mulai berada dalam bahaya yang disebabkan sakit atau usia lanjut" (kanon 1004; KGK 1514). Baru menderita sakit ataupun makin memburuknya kondisi kesehatan membuat sakramen ini dapat diterima berkali-kali oleh seseorang.

Dalam tradisi Gereja Barat, sakramen ini diberikan hanya bagi orang-orang yang berada dalam sakratul maut, sehingga dikenal pula sebagai "Pengurapan Terakhir", yang dilayankan sebagai salah satu dari "Ritus-Ritus Terakhir". "Ritus-Ritus Terakhir" yang lain adalah pengakuan dosa (jika orang yang sekarat tersebut secara fisik tidak memungkinkan untuk mengakui dosanya, maka minimal diberikan absolusi, yang tergantung pada ada atau tidaknya penyesalan si sakit atas dosa-dosanya), dan [[Ekaristi[[, yang bilamana dilayankan kepada orang yang sekarat dikenal dengan sebutan "Viaticum", sebuah kata yang arti aslinya dalam bahasa Latin adalah "bekal perjalanan".
[sunting] Sakramen-sakramen Panggilan
[sunting] Imamat
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sakramen imamat

Imamat atau Pentahbisan adalah sakramen yang dengannya seseorang dijadikan uskup, imam, atau diakon, sehingga penerima sakramen ini dibaktikan sebagai citra Kristus. Hanya uskup yang boleh melayankan sakramen ini.

Pentahbisan seseorang menjadi uskup menganugerahkan kegenapan sakramen Imamat baginya, menjadikannya anggota badan penerus (pengganti) para rasul, dan memberi dia misi untuk mengajar, menguduskan, dan menuntun, disertai kepedulian dari semua Gereja.

Pentahbisan seseorang menjadi imam mengkonfigurasinya menjadi Kristus selaku Kepala Gereja dan Imam Agung, serta menganugerahkan baginya kuasa, sebagai asisten uskup yang bersangkutan, untuk merayakan sakramen-sakramen dan kegiatan-kegiatan liturgis lainnya, teristimewa Ekaristi.

Pentahbisan seseorang menjadi diakon mengkonfigurasinya menjadi Kristus selaku Hamba semua orang, menempatkan dia pada tugas pelayanan uskup yang bersangkutan, khususnya pada Kegiatan Gereja dalam mengamalkan cinta-kasih Kristiani terhadap kaum papa dan dalam memberitakan firman Allah.

Orang-orang yang berkeinginan menajdi imam dituntut oleh Hukum Kanonik (Kanon 1032 dalam Kitab Hukum Kanonik) untuk menjalani suatu program seminari yang selain berisi studi filsafat dan teologi sampai lulus, juga mencakup suatu program formasi yang meliputi pengarahan rohani, berbagai retreat, pengalaman apostolat (semacam Kuliah Kerja Nyata), dst. Proses pendidikan sebagai persiapan untuk pentahbisan sebagai diakon permanen diatur oleh Konferensi Wali Gereja terkait.
[sunting] Pernikahan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sakramen pernikahan

Pernikahan atau Perkawinan, seperti Imamat, adalah suatu sakramen yang mengkonsekrasi penerimanya guna suatu misi khusus dalam pembangunan Gereja, serta menganugerahkan rahmat demi perampungan misi tersebut. Sakramen ini, yang dipandang sebagai suatu tanda cinta-kasih yang menyatukan Kristus dengan Gereja, menetapkan di antara kedua pasangan suatu ikatan yang bersifat permanen dan eksklusif, yang dimeteraikan oleh Allah. Dengan demikian, suatu pernikahan antara seorang pria yang sudah dibaptis dan seorang wanita yang sudah dibaptis, yang dimasuki secara sah dan telah disempurnakan dengan persetubuhan, tidak dapat diceraikan.

Sakramen ini menganugerahkan kepada pasangan yang bersangkutan rahmat yang mereka perlukan untuk mencapai kekudusan dalam kehidupan perkawinan mereka serta untuk menghasilkan dan mengasuh anak-anak mereka dengan penuh tanggung jawab. Sakramen ini dirayakan secara terbuka di hadapan imam (atau saksi lain yang ditunjuk oleh Gereja) serta saksi-saksi lainnya, meskipun dalam tradisi teologis Gereja Latin yang melayankan sakramen ini adalah kedua pasangan yang bersangkutan.

Demi kesahan suatu pernikahan, seorang pria dan seorang wanita harus mengutarakan niat dan persetujuan-bebas (persetujuan tanpa paksaan) masing-masing untuk saling memberi diri seutuhnya, tanpa memperkecualikan apapun dari hak-milik esensial dan maksud-maksud perkawinan. Jika salah satu dari keduanya adalah seorang Kristen non-Katolik, maka pernikahan mereka hanya dinyatakan sah jika telah memperoleh izin dari pihak berwenang terkait dalam Gereja Katolik. Jika salah satu dari keduanya adalah seorang non-Kristen (dalam arti belum dibaptis), maka diperlukan izin dari pihak berwenang terkait demi sahnya pernikahan.
[sunting] Validitas dan keabsahan pelayanan sakramen-sakramen

Sebagaimana dijelaskan di atas, efek dari sakramen-sakramen timbul ex opere operato (oleh kenyataan bahwa sakramen-sakramen tersebut dilayankan). Karena Kristus sendiri yang bekerja melalui sakramen-sakramen, maka efektivitas sakramen-sakramen tidak tergantung pada kelayakan si pelayan.

Meskipun demikian, sebuah pelayanan sakramen yang dapat dipersepsi akan invalid, jika orang yang bertindak selaku pelayan tidak memiliki kuasa yang diperlukan untuk itu, misalnya jika seorang diakon merayakan Misa. Sakramen-sakramen juga invalid jika "materi" atau "formula"nya kurang sesuai dari pada yang seharusnya. Materi adalah benda material yang dapat dipersepsi, seperti air (bukannya anggur) dalam pembaptisan atau roti dari tepung gandum dan anggur dari buah anggur (bukannya kentang dan bir) untuk Ekaristi, atau tindakan yang nampak. Formula adalah pernyataan verbal yang menyertai pemberian materi, seperti (dalam Gereja Barat), "N., Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus". Lebih jauh lagi, jika si pelayan positif mengeluarkan beberapa aspek esensial dari sakramen yang dilayankannya, maka sakramen tersebut invalid. Syarat terakhir berada di balik penilaian Tahta Suci pada tahun 1896 yang menyangkal validitas imamat Anglikan.

Sebuah sakramen dapat dilayankan secara valid, namun tidak sah, jika suatu syarat yang diharuskan oleh hukum tidak dipenuhi. Kasus-kasus yang ada misalnya pelayanan sakramen oleh seorang imam yang tengah dikenai hukuman ekskomunikasi atau suspensi, dan pentahbisan uskup tanpa mandat dari Sri Paus.

Hukum kanonik merinci halangan-halangan (impedimenta) untuk menerima sakramen imamat dan pernikahan. Halangan-halangan sehubungan dengan sakramen imamat hanya menyangkut soal keabsahannya, tetapi "suatu halangan yang bersifat membatalkan dapat menjadikan seseorang tidak berkapasitas untuk secara valid untuk mengikat suatu janji pernikahan" (kanon 1073).

Dalam Gereja Latin, hanya Tahta Suci yang secara otentik dapat mengeluarkan pernyataan bilamana hukum ilahi melarang atau membatalkan suatu pernikahan, dan hanya Tahta Suci yang berwenang untuk menetapkan bagi orang-orang yang sudah dibaptis halangan-halangan pernikahan (kanon 1075). Adapun masing-masing Gereja Katolik Ritus Timur, setelah memenuhi syarat-syarat tertentu termasuk berkonsultasi dengan (namun tidak harus memperoleh persetujuan dari) Tahta Suci, dapat menetapkan halangan-halangan (Hukum Kanonik Gereja-Gereja Timur, kanon 792).

Jika suatu halangan timbulnya hanya karena persoalan hukum Gerejawi belaka, dan bukannya menyangkut hukum ilahi, maka Gereja dapat memberikan dispensasi dari halangan tersebut.

Syarat-syarat bagi validitas pernikahan seperti cukup umur (kanon 1095) serta bebas dari paksaan (kanon 1103), dan syarat-syarat bahwa, normalnya, mengikat janji pernikahan dilakukan di hadapan pejabat Gereja lokal atau imam paroki atau diakon yang mewakili mereka, dan di hadapan dua orang saksi (kanon 1108), tidaklah digolongkan dalam Hukum Kanonik sebagai halangan, tetapi sama saja efeknya.

Ada tiga sakramen yang tidak boleh diulangi: Pembaptisan, Penguatan dan Imamat: efeknya bersifat permanen. Ajaran ini telah diekspresikan di Barat dengan citra-citra dari karakter atau tanda, dan di Timur dengan sebuah meterai (KGK 698). Akan tetapi, jika ada keraguan mengenai validitas dari pelayanan satu atau lebih sakramen-sakramen tersebut, maka dapat digunakan suatu formula kondisional pemberian sakramen misalnya: "Jika engkau belum dibaptis, aku membaptis engkau …"
[sunting] Para Pelayan-Sakramen Biasa dan Luar Biasa
Para Pelayan Sakramen dalam Gereja Katolik Sakramen Pelayan Biasa Pelayan Luar Biasa
Pembaptisan uskup, imam atau diakon; tetapi biasanya dikhususkan bagi imam paroki setempat umat awam yang didelegasikan oleh uskup, atau siapapun dalam keadaan darurat
Penguatan uskup, vikaris jendral (vikjen) atau (dalam Gereja Katolik Ritus Timur) imam (dalam Gereja Barat) imam yang diberikan wewenang oleh hukum Gereja atau izin khusus
Ekaristi uskup atau imam tidak ada
Ekaristi (pembagian) – Komuni Suci uskup, imam, atau diakon akolit yang diberi wewenang (jika klerus tidak mencukupi)
umat awam (jika klerus atau akolit tidak mencukupi)
Ekaristi (pengunjukan) uskup, imam, atau diakon pelayan luar biasa Komuni Suci atau orang lain yang ditunjuk oleh pejabat gereja lokal
Rekonsiliasi uskup atau imam tidak ada
Pengurapan orang sakit uskup atau imam tidak ada
Imamat Uskup (untuk alasan keabsahan, sekurang-kurangnya harus ada tiga orang uskup dalam suatu pentahbisan uskup) tidak ada
Pernikahan suami dan isteri (tradisi Barat); imam yang bertugas (tradisi Timur) tidak ada
[sunting] Pranala luar

* (id) Katekismus Gereja Katolik mengenai Ketujuh Sakramen
* (id) Referensi Sakramen dalam Kitab Suci
* (en)Tanda-Tanda dan Instrumen-Instrumen Rahmat Allah dari Ketujuh Sakramen Katolik

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Sakramen_(Katolik)"
Kategori: Sakramen Katolik | Istilah dalam Gereja Katolik Roma
Pages:123